West Jayakarta, Bandara Ciahoy.
March 15 2021, 01:18 PM.
Berjalan meninggalkan pesawat yang sudah mengantarnya, (name) dengan cepat meraih ponselnya yang berada di kantong. Alasannya? Untuk menghubungi Nanggala sebab dirinya yang telah sampai.
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Jayakarta memang tidak akan terlalu lama bila menggunakan pesawat express Ciahoy. Untung saja, dirinya selamat sampai tujuan dengan aman sentosa. Tidak lebih dari 5 jam, gadis itu sudah sampai di Jayakarta.
Melangkahkan kakinya pelan, (name) langsung mengedarkan pandangannya di sekitar boarding room guna mencari sosok teman-temannya. Nanggala, Dira, Askar, Fernandez, Listya, dan Yoga. "Duh, ini pada di mana dah?"
Sesaat gadis tersebut berhenti sejenak, matanya dapat menangkap sosok teman-temannya yang berada di pinggir kerumunan. 'Nah ketemu juga. Enaknya gue kagetin kali ya? Kocak tuh pasti.' rencananya dalam diam.
Memelankan langkah kakinya dalam menghampiri mereka, (name) tiba-tiba saja berbisik pelan dan menepuk pundak Nanggala, membuat sang empu sedikit terpekik yang mengundang pekikan teman-temannya pula. "ANJ*NG!"
Memandang sosok temannya yang usil tersebut, sebuah jitakan tiba-tiba saja meluncur di kening (name). "Aw! Sakit ege!" ringis gadis itu, mengerucutkan bibirnya.
Sikap (name), benar-benar mengundang kejengkelan teman-temannya dan rindu di saat yang bersamaan. Dengan sigap, Dira langsung menghamburkan pelukannya pada sang gadis, membuat (name) terkekeh pelan dan membalas dekapan tersebut.
"(NAME)! Astaga gua kangen banget sama lo pliss!! Kesiksa gua gak bisa sleepover di rumah lu 3 tahun... lo gimana kabarnya?!" ricuh perempuan tersebut, membuat gadis yang dihujam pertanyaan seketika tersenyum.
"Gue baik-baik aja kok, Dir. Ini kalian gimana kabarnya? Gue juga kangen ...." (name) memandang wajah teman-temannya satu persatu dengan mata rindunya yang sangat kentara. Orang-orang inilah yang selalu berada di sisinya pada masa kelamnya dahulu.
"Gua mah aman ngab! Apalagi kemaren abis ketemu artis gua! Otw ngikut gak sih coy! Canda sih! Tapi boleh uga." Balas Askar yang sudah tidak mengherankan. Nanggala di satu sisi hanya menepuk keningnya sendiri.
"Terus, lo gimana Yog? Aman-aman juga kayak nih bocah?" tanya (name), menatap Yoga dengan bertanya-tanya.
"Ya jangan ditanya kalo gua mah! Tiap hari kerjaan jadi budak korporat dah kaga ngagetin. Badan tiap hari siap-siap pake koyo. Belom lagi kalo bos bertingkah, mending tabah-tabahin aja." Lesu Yoga yang menuai tawaan dari (name).
"Kalo lo Dez? Nangga? Gimana nih? Masih jadi sok dinginkah, Nandez?" Mendengar pertanyaan sang gadis, Fernandez hanya berdeham pelan—merasa malu akan apa yang dulu pernah dilakukannya.
"Gak lah! Ya... gua baik-baik aja. Jangan bahas yang di masa lalu lah, malu gua ngingetnya!" Fernandez benar-benar merasa aneh sendiri kala mengingat sikapnya di masa SMK. Sudah sok dingin, tidak jelas pula! Cosplay menjadi Ijat.
"Gua sih baik, (name). Hahaha jadi inget si Nandez pas ditembak sama cewe, mukanya kek nahan panas ego! Malu-malu tapi akhirnya mau. Tau-taunya dare doang, kasian sih sebenernya." Timpal Nanggala, mengundang tatapan tajam Fernandez.
Tergelak, (name) dapat merasakan hatinya menghangat saat melihat perdebatan Nanggala dan Fernandez. Tidak lupa juga, Yoga yang mengelus punggung Fernandez agar sang pemuda dapat bersabar. Sedangkan Askar dan Dira, hanya cekikikan di sana.
Tersenyum simpul, (name) merasa lega. Akhirnya, ia dapat kembali berpulang.
Namun, sesaat gadis tersebut tengah berbincang dengan teman-temannya, tiba-tiba saja dirinya menyadari sesuatu. "Tunggu, lo pada gak ada yang bilang sama Alan kan kalo gue pulang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
She Way Out | Troublemaker
FanfictionAlan / Reader Padahal niatnya kan hanya untuk membantu mengirimkan surat cinta milik sang teman kepada salah satu anak kelas animation. Namun, mengapa dirinya lah yang terlibat masalah? Dengan pentolan kelas pula! "Jujur aja, lu suka bang Alan kan?"...
