[22] Pentas Seni

1.9K 281 86
                                        

West Jayakarta, SMK Cipta Wiyata.
October 9 2018, 09:49 AM.

SMK Cipta Wiyata benar-benar dimeriahkan oleh hadirnya pentas seni. Berbagai booth kelas dan stand, menjadi ciri khas pada kegiatan hari itu. Ditambah lagi dengan beberapa penampilan eksklusif yang sudah pasti akan ditampilkan oleh murid SMK Cipta Wiyata.

Merasakan hamparan panas matahari, (name) selaku gitaris band Gandara, masih terus bersama kelas software engineering. Ya, (name) di sana sebab dirinya yang ingin melihat perkembangan mengenai booth kelas tersebut. Ia pun juga penasaran akan penampilan spesial kelas pujaan hatinya.

"Lu ikut band kan? Emangnya lu tampil kapan (name)?" Tanya Rani penasaran, sembari membawa beberapa kardus berisi minuman segar yang akan mereka jual nanti. (name) pun juga ikut membantu temannya yang sedang kesusahan itu dengan membawa kardus berisi cemilan ringan.

"Gue masih lama. Ini kan katanya penampilan perkelas dulu. Itu pun juga dimulai dari kelas 10." Balas (name) acuh tak acuh, masih sibuk menata kardus-kardus di depan booth kelas software engineering.

Jika kalian bertanya mengenai dirinya yang tak membantu kelas sendiri, maka jawabannya adalah tidak perlu. Lagi pula, kelas design graphic itu sudah mempersiapkan booth kelas mereka sejak lama. Dan sekarang, tugasnya hanya tinggal berjualan saja tanpa harus mengatur ulang.

Sesaat sang gadis tengah bersama Rani temannya, terdengar suara orang yang berlarian menuju ke arah keduanya dengan nafas terengah-engah. Menolehkan kepala, (name) dapat melihat Fernandez yang sedang menarik nafas dalam-dalam seperti habis dikejar setan.

"Lah? Lo ngapa Dez? Kayak dikejar-kejar." Kekeh (name), melipat kedua tangannya di dada sembari memperhatikan raut wajah pemuda di hadapan.

"Udah gua engga punya banyak waktu! Kita tampil dicepetin b*go!!" Menarik tangan sang gitaris dengan cepat, perkataan Fernandez seketika membuat (name) membelalakkan mata terkejut. Bagaimana bisa jadwal mereka dipercepat?!

Tanpa menghiraukan Rani yang sedang memperhatikan muka paniknya, (name) langsung bergegas mengikuti drummer band tersebut ke belakang stage. Jantungnya benar-benar terlatih berdegup kencang, hanya untuk kejadian mendadak seperti ini. Sialan!

Setelah keduanya sampai, (name) dan Fernandez disambut oleh pemandangan Nanggala, Askar, dan Alan yang masih terus mengecek alat musik mereka. Apakah sudah betul settingannya atau belum. Murid kelas design graphic itu juga dapat melihat Dira dan Rin selaku MC di sana.

Melihat keberadaan temannya, Dira langsung tersenyum girang. "(NAME)!!! SEMANGAT YA NGEBAND NYA!! Gua gak nyangka asli lu bakal ngeband plsss!!" Menghampiri gadis itu, ia langsung memeluk (name) dengan erat, mengabaikan sosok Rin yang segera menjauh pergi.

"Iya Dir, thanks banget ya. Gue jamin penampilan grup gue bakal bikin lo melongo deh!" Ucap (name) meyakinkan. Ia jadi tak sabar untuk mengguncang para penonton dengan permainan lagu band Gandara. (name) berharap, semoga saja ada sponsor yang melihat mereka sebagai potensi.

Sembari menunggu selesainya penampilan kelas 10, (name) segera menghampiri Alan dan berdiri di sebelahnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Entah lah, ia jadi merasa sedikit aneh kala bertemu dengan Alan. Rasanya, ia jadi ingin terus melihat pemuda yang satu ini.

'Gila lo (name)! Inget lo sukanya Budi!' Pikirnya berusaha untuk menghempaskan rasa yang terpatri di dada. Mendapati gadis di samping yang menggelengkan kepala tanpa alasan, Alan benar-benar dibuat bingung. Apa pula gadis ini?

"Lu kenapa dah (name)? Bentar lagi mau tampil, jangan aneh-aneh. Kalo mau aneh, nanti dulu aja. Simpen dulu kegilaan lu." Mendengar ucapan sang pemuda, gadis itu dapat merasakan alisnya berkedut sembari tersenyum paksa, terkekeh sinis.

She Way Out | TroublemakerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang