Batata Harra

2.6K 367 69
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Don't forget to VoMentHappy Reading!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Please, have a seat Liam." kata Marco lagi. Membuat Liam akhirnya menghalihkan tatapan tajamnya jadi Chery.

Sementara itu Chery mematung, bak habis bertatapan dengan Medusa. Ia menelan liurnya kasar, tiba-tiba tidak berani mengeluarkan suara. Bahkan saat Melvin dan Nathan meledeknya, Chery hanya diam tak menanggapi.

"Wendy, Melvin, this is Liam. He's one of my friend. One of the most talented chef and businessmen that I know."

"He's too much." kata Liam sungkan dan membuat Marco tertawa renyah. Ia kemudian menyalami Wendy dan Malvin sambil tersenyum tipis.

"Nice to meet you." katanya saat giliran menjabat tangan Malvin.

"Oke, let's start our dinner. My beautiful wife has already cooked for us." Liam tersenyum sambil berjalan ke bangkunya. Marco duduk di bangku paling ujung meja makan sebagai kepala keluarga. Di sisi kanannya, Prita, Chery dan Malvin duduk sejajar. Sedangkan di sisi kiri Marco ada Nathan, Wendy dan Liam yang duduk berhadapan dengan Malvin.

Seperti peraturan yang Marco buat, tidak ada satupun yang bicara selama makan malam dilangsungkan. Mereka baru memulai pembicaraan ringan hanya saat hidangan penutup disajikan oleh tuan rumah.

Bagi Chery, makan malam yang dibuat ibunya selalu enak. Tapi aneh, hari ini ia tidak bisa menikmati semuanya. Lehernya mulai pegal karena terlalu banyak menunduk menatap piring. Bahkan saat Malvin menjahilinya dengan beberapa kali mencuri makanan dari piringnya, Chery hanya bergeming.

Sudut matanya menangkap Liam yang juga mencuri tatap ke arahnya. Dan setiap itu terjadi, pundak Chery rasanya semakin memberat 10 kali dari sebelumnya. Ia rindu Liam, tapi ia tidak yakin kalau Liam sudah memaafkannya.

"Psttt." bisik Nathan yang jelas sekali dimaksudkan untuk Chery. Saat adiknya itu melirik ke arah sang kakak, dengan jahilnya Nathan melirik ke arah Liam dan menunjuk-nunjuk pria itu dengan ujung lidah yang menusuk bagian dalam mulutnya. Membuat Chery mendelik dan membisikkan kata 'Shut up!' pada Nathan. Kakinya juga refleks menghentak lantai, hingga menimbulkan keributan.

"Awww!" seluruh penghuni meja makan menatap pada Malvin yang sudah menunduk dengan satu tangan yang meraih kakinya.

"What's wrong Malvin?" tanya Marco.

"Chery nginjek kaki saya, Om." adunya sambil meringis. Sementara Chery yang namanya disebut buru-buru menyangkal dengan heboh.

"No Paps, nggak sengaja." kata Chery panik. Ia lalu menunduk, ikut mengelus kaki Malvin karena merasa bersalah dan takut disalahnya.

Cherry On TopCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang