Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"....." "Pak Wisnu harus dateng! Saya nggak mau tahu!" "....." "Gabisa pak! Bapak harus cegah niat mereka. Ini udah nggak bisa di biarin!" "....." "Saya dengar dengan telinga saya sendiri. Nggak mungkin salah." "----" "Pak Wisnu! Pak Wisnu!" Tut...tut...tut...
Tim ketiga sekaligus tim terakhir menaruh makanan mereka di atas meja penjurian dengan senyum tipis. Sesaat setelah mereka sudah berada di tempat berdiri yang tepat, Chery langsung mengambil tangan Yosua dan menggenggamnya erat. Keduanya sempat bertukar tatap dan mengangguk pada satu sama lain.
"What is this?" sebuah kerutan muncul pada dahi Will yang akan memimpin penjurian. "This is burnt." steak yang Chery hidangkan terlihat berwarna lebih gelap dari seharusnya. Saus yang melapisi permukaan atas daging juga terlihat mengepulkan uap berbau pahit yang tercium begitu mudah.
Yosua dan Chery hanya diam, menunggu pertanyaan lain dengan tangan yang saling meremas kecil.
"Oke, jelasin dulu kalian masak apa." William kembali menaruh piring main course ke atas meja penjurian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kami dapat daging rusa dan cookies, Chef. Untuk daging rusanya kami olah menjadi Deer Steak with Raspberry Sauce, Mashed Potato and Spinach Salad. Untuk dessert-nya saya buat mint cookiesChef." Jelas Yosua.
"Kalian tahu kalau main course kalian bau gosongnya sangat tercium?" tanya William. Satu-satunya juri yang masih waras untuk bicara. Disaat Sarah seolah sibuk dengan pikirannya sendiri dan Liam yang terlihat sekali sedang kebingungan.
"Maaf Chef, saya yang bertanggung jawab untuk main course-nya. Sauce-nya memang agak over cooked karena saya lupa angkat." Bohong, sahut Liam di kepalanya. Jelas-jelas tadi ia sendiri yang mengingatkan Chery untuk mengangkat sauce yang ia buat. Tapi Liam memilih diam saat ia kembali mengingat pembicaraan mereka lewat telepon malam kemarin.