Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah hampir seminggu penuh Chery dan Liam memutus kontak. Tak ada satupun chat atau telpon yang mereka usahakan untuk masing-masing. Kalau Chery, dia berharap Liam yang akan menghubunginya lebih dulu. Pasalnya Chery masih tidak memiliki keberanian apalagi setelah kejadian hari Senin lalu. Entah apa alasan Liam, tapi satu-satunya tebakan Chery kenapa pria itu tidak berusaha menghubunginya adalah karena marah.
Berbeda dengan hubungan Chery dan Liam yang mendingin, hubungan Chery dan Nathan malah terasa makin lengket walaupun berjauhan. Kakaknya itu terus menerus menanyakan kabarnya di setiap kesempatan. Dan jika Chery sudah mulai jengkel karena terus ditanyai, biasanya ia akan dengan sengaja mengacuhkan panggilan dari Nathan. Tapi sebagai gantinya, ponsel milik Bunga yang tidak akan berhenti berdering sampai panggilannya dijawab.
Si pemilik ponsel sih happy happy saja. Sama sekali tidak merasa keberatan dengan peran barunya sebagai perantara komunikasi kakak beradik itu. Ia malah membuat kedekatannya dengan Nathan menjadi bahan bermain-main dengan followersnya. Seolah sedang menunjukkan bahwa saat ini ia memiliki sosok spesial walau hanya khayalan.
"Iya, iya. Nanti gue kabarin sebelum take off." Kata Chery jengah. Ia kembali memasukkan potongan almond panggang ke dalam mulutnya, lalu mengunyah keras-keras agar Nathan jengah dan segera mematikan panggilan.
"Beneran gapapa kan? Melvin ikut loh." Chery memutar matanya malas. Sudah berulang kali Nathan menanyakan hal yang sama dan Chery bosan.
"I'm okay. Lagian kenapa sih nanyain itu terus."
"Ya siapa tahu lo masih eneg lihat mukanya." Nathan terkekeh saat mendengar adiknya mendengus sebal.
"Yaudah, pokoknya kabarin terus. Nanti gue yang jemput."
"Bawel." Chery melempar ponselnya sembarang setelah panggilan dari Nathan terputus. Berbeda dengan wajah Chery yang terlihat jengkel dan lelah, wajah Bunga malah terlihat berseri-seri.
"Kakak lo tuh sweet banget tahu nggak? Kalau gue yang ditelponin setiap hari cuma buat mastiin keadaan gue sih, gue nggak bakal pasang muka bete kayak lo. Dasar manusia kurang bersyukur."
"Nathan udah punya tunangan, Bunga. Kenapa sih lo bandel banget dibilangin?"
"Ck nggak usah nyerang hati gitu dong. Lagian jodoh mana ada yang tahu sih. Gue kan cuma nasehatin biar lo bisa lebih ngehargain Nathan yang selalu berusaha mastiin kalau lo baik-baik aja. Giliran Chef Liam yang nelpon aja, semangat banget. Padahal Chef Liam nelpon lo cuma buat ngegobal doang, kan?"