Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masalah Sarah yang datang jauh-jauh dari Jakarta menjadi topik Liam dan Chery sebelum tidur. Mulai dari bagaimana wanita itu tiba-tiba muncul dan memohon pada seorang pegawai agar bisa bertemu dengan Liam. Hingga temuan-temuan yang Liam dapat tentang siapa saja yang terlibat dalam masalah pengancaman mereka.
Chery yang memang penasaran akhirnya mendengarkan dengan baik dan fokus. Setelah Liam selesai dengan segala ceritanya, Chery hanya bisa menghela napas lelah. Merasa kewalahan dengan segala fakta atas masalah yang menimpanya, yang ternyata berawal dari perasaan Sarah pada Liam.
"Ternyata suka berlebihan sama orang tuh menakutkan ya." kata Chery lesu sambil menguap. Matanya sungguh berat dan ia ingin sekali tidur.
"Pasti menakutkan kalau rasa suka itu diberikan ke orang yang salah. Kalau ke orang yang tepat, pasti kebalikannya." kata Liam sambil memainkan jari-jari Chery yang terkulai di atas perutnya. Ia memutar-mutar cincin yang tempo lalu ia sematkan pada jari ramping kekasihnya itu sebagai tanda permintaan maaf.
"Kamu ngomong begitu, bukan karena kamu berpikiran untuk mengurangi kadar suka kamu ke saya kan?" tanya Liam curiga saat tidak mendengar sahutan apapun dari kekasihnya.
"Hmm." kening Liam mengerut mendengar respon Chery.
"Hmm apa maksudnya? Hmm iya atau hmm nggak?"
"Hmmm." kening Liam semakin mengernyit karena tidak mengerti dengan jawaban Chery. Namun saat ingin melihat sendiri ekspresi kekasihnya, Liam malah melihat Chery yang sudah kehilangan banyak kesadarannya karena kantuk.
Sadar waktu sudah sangat larut, Liam menghela nafas kasar untuk menghilangkan debar yang tiba-tiba muncul akibat gumaman ambigu dari Chery. Rasanya tidak nyaman.
Tak ingin mengganggu Chery yang sudah kelihatan nyaman dengan posisinya, Liam tak merubah posisi mereka. Tangan Liam masih terus mengelus kepala dan punggung Chery naik turun, membuat gadis itu semakin tertidur lelap dan nyaman.
Tapi berbeda dengan Chery, pikiran Liam malah melayang kemana-mana. Ada rasa gelisah dan tidak nyaman setelah mengetahui kalau semua masalah yang dialami Chery selama beberapa minggu terakhir bermula darinya. Rasa suka dan obsesi Sarah padanya yang mengawali semua kejadian itu. Mulai dari teror pada Chery hingga penghasutan yang dilakukan Sarah pada para investor.
Liam jadi merasa bersalah karena tempo lalu, ia malah mengacuhkan Chery hanya untuk balas dendam. Padahal seharusnya yang ia lakukan saat itu adalah meminta maaf.