Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chery terbangun dengan senyum bodohnya yang tak luntur bahkan saat panas matahari menyorot tepat pada wajahnya. Ia masih bergelung di tempat tidur, enggan bangkit dari tempat ia mendapatkan mimpi indahnya semalam. Ia terlalu nyaman mengulang setiap momen kebersamaannya dengan Liam.
Setelah berbaikan, mereka tinggal di rooftop selama berpuluh menit kemudian.Sambil berpelukan sambil bercerita hal-hal yang telah mereka lewatkan. Chery kira Liam akan menginap. Tapi di jam setengah sebelas malam, Liam akhirnya pamit dan meninggalkan kediaman Bruschweiler. Menyisakan sedikit penyesalan dari Chery karena ia belum sempat bertanya tentang beberapa hal.
Seperti bagaimana pria itu bisa sampai di Bali, apa urusan Liam datang ke Bali dan masih banyak lagi. Lalu tentang Liam yang bilang akan ikut mengantarnya ke Seminyak. Kenapa juga Liam tiba-tiba bilang akan ikut mengantar? Siapa yang bilang tentang rencana ke Seminyak?
Sadar jam sarapan akan segera datang, Chery akhirnya bangkit dan membersihkan diri. Lama kelamaan ia dilanda rasa gugup tentang bagaimana ia harus menjelaskan jika ada yang menanyakan kedekatannya dengan Liam. Pikirannya terus berputar mencari cara terbaik untuk memberitahu sang Papa yang juga adalah kolega kekasihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah selesai bersiap, Chery akhirnya turun menuju dapur, tempat mereka mengadakan makan malam kemarin. Dari jauh, Chery sayup-sayup sudah bisa mendengar suara Nathan dan Malvin yang mendominasi. Chery sampai geleng-geleng kepala saat pembicaraan mereka semakin terdengar.
"Lo liat aja Vin, gedean punya gue pasti." kata Nathan berkelakar.
"Lo yang tunggu, Nath. Punya gue udah makin keren. Ngikutin yang punya." Chery mengernyitkan keningnya saat mendengar pembicaraan mereka. Terdengar menjijikan. Apa pikiran Chery saja yang kotor?