" sudahlah sayang.. biarkan saja. Minhyun dan Hyunbin baik kok.. Daehwi hidupnya bakalan terjamin , dia bisa sekolah tinggi, dan Hyunbin serta Minhyun pasti sangat mencintai Daehwi seperti anak kandung mereka sendiri."
" kenapa kau begitu yakin?"
" karena Hyunbin dan Minhyun sebenarnya suka anak-anak. Tapi Hyunbin tidak pernah mengatakannya , dia tidak mau membuat Minhyun menangis karena rasa bersalah tidak bisa memberinya keturunan. Sebesar itulah rasa cinta Hyunbin pada Minhyun..
Sebaliknya pun begitu, Minhyun sebisa mungkin tidak membahas keturunan karena Minhyun pernah minta berpisah dari Hyunbin dengan alasan Minhyun tidak ingin membuat Hyunbin menderita, karena itulah mereka bertengkar hebat dan Hyunbin jadi sangat sedih setelahnya..
Karena Minhyun sangat mencintai Hyunbin juga, dia tidak ingin suaminya bersedih.. karena itulah.mereka tidak pernah membahasnya..
Tapi kalau Minhyun dan Hyunbin sampai se sayang itu pada Daehwi.. artinya mereka memang serius mengangkat Daehwi sebagai anak mereka..
Tolonglah sayang, ijinkan saja mereka mengadopsi Daehwi,, demi masa depan Daehwi juga.
Kalau Daehwi jadi anak mereka, tidak akan ada lagi yang berani mengganggu Daehwi.. karena Hyunbin dan Minhyun tidak akan pernah membiarkan hal itu sampai terjadi.."
Seongwoo terdiam memikirkan kata-kata Daniel dan dia mengalihkan pandangannya ketika Daniel menggenggam tangan Seongwoo..
" yang membuatku teringat..
Kapan kau akan membawaku ke makam Minji, anak kita?"
Seongwoo menoleh kaget kearah Daniel..
" bagaimana kau.. kenapa kau.. kenapa kau mau tahu soal makam minji anak ku??"
" anak kita.. minji, dia juga anak ku .. sayang.." kata Daniel sedih..
Seongwoo terdiam..
" Niel.. kenapa kau mau tahu? Kau kan tidak peduli pada ku, pada anak ku.."
" apa yang membuatmu mengira seperti itu?"
" dulu.. aku bilang, kalau aku mencintaimu.. kami berdua mencintaimu. Tapi kau tetap mencoba membunuhku..
Kau tidak peduli pada kami.."
Kata Seongwoo sedih..
" sayang.." Daniel lalu menarik Seongwoo dan mendekapnya dalam pelukan
" aku minta maaf, aku bukannya membela diriku.. tapi saat itu aku tidak tahu.. aku tidak sadar kau mengatakan hal itu kepadaku. Sungguh.. "
" kalau kau tahu apakah itu akan merubah segala nya? Daniel.. kau dendam pada keluarga ku.. kau ingin menghabisi keluargaku sampai ke akar-akar nya.. aku sempat bepikir, kalau kau tahu.. kau akan semakin bernafsu untuk membunuhku."
" tidak.. aku tidak akan melakukan hal itu. Aku bersungguh sungguh.."
Seongwoo menghela nafasnya.. dia melepaskan diri dari pelukan Daniel..
" baiklah, kau boleh ke makam Minji."
Seongwoo lalu merapikan pakaiannya karena helikopter akan mendarat di Helipad bandara..
Daniel saat ini membantu Seongwoo turun dari helikopter dan menggandeng nya keluar..
" oh ya.. lusa kita ada rapat pemegang saham, aku meminta semua pemegang saham dan juga jajaran direksi kita untuk datang.."
" kenapa?" tanya Seongwoo.. dia sudah tahu keinginan Daniel. Tapi dia masih belum seratus persen yakin..
" aku sudah bilang, aku akan mengembalikan semuanya, lagipula semua aset masih atas nama mu.. sebagian memang aku pindahkan atas nama ku, tetapi sebagian lagi aku pertahankan aset itu atas nama mu.. jadi, dengan adanya rapat direksi lusa, aku ingin semua aset kembali atas nama mu.. dan kau, kembalilah bekerja di perusahaan
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE
Fanfiction"Kau harus membayar semua dosa di masa lalu. kau harus mati, atau tersiksa dan menderita secara perlahan"... "Setiap kali kau melihatku, kau ingat ayahku dan lalu membenciku.. maafkan aku. aku akan membayar semuanya. dosa masa lalu itu." WARN!!! B...
