"Saya sengaja mengumpulkan seluruh karyawan tanpa terkecuali di sini karena ada hal penting yang ingin saya perlu tegaskan"Prilly menatap penuh nyalang pada karyawan yang berbaris rapi dengan wajah penuh kebingungan.
Sejenak Prilly menghirup nafas berusaha mengendalikan diri agar tidak meledak. "Sejak kapan orang yang bukan dari pihak karyawan hotel di izinkan masuk ke area tempat kerja masing-masing bidang seperti kitchen?"
Bidang kitchen menunduk mendengar ucapan tegas dari istri CEO. Supervisor Jena segera mengangkat tangan sebagai izin membuka suara dan di angguki oleh Prilly. "Maaf, Nona. Tidak ada yang berani masuk selain karyawan hotel ke kitchen."
"Kamu yakin? Mau saya tunjukkan?"Prilly menaikkan alis menantang.
Jena mengangguk dan dengan segera Prilly memberi isyarat pada bagian engineering untuk memutar video cctv. Beberapa karyawan terkejut bukan main akan aksi seseorang menukar daging. Karyawan hotel meyakini jika orang yang melakukannya bukanlah karyawan hotel melainkan penyusup.
Prilly meminta engineering mem-pause rekaman video cctv tersebut. "Dari sekian banyaknya karyawan di kitchen. Tidak ada satu pun yang mengenali siapa orang ini?"
"Saya selaku bagian pembuat makanan untuk Tuan Ansel dan Nona Asa tidak mengetahui perihal itu"Jena menjawab dengan tegas dengan nada takut.
Prilly mendesah kecewa. "Bahkan orang ini lewat di tangga darurat. Kemudian masuk melalui ruang depan kitchen. Satu pun room service tidak ada yang curiga?"
"Di jam tersebut, semua room service sibuk membersihkan resto dan kami tidak menyadari adanya tindakan curiga"jawab salah satu room service.
Brak!
Prilly mengusap wajahnya kasar. "Bagaimana bisa memperkerjakan karyawan yang bahkan tidak teliti? Oke mungkin soal pertukaran ayam itu tidak sampai membuat Anak saya harus di rawat di rumah sakit. Tetapi, jika kejadian seperti ini terus berulang bagaimana? Apa kalian mau bertanggung jawab?"
"Seharusnya dari awal, itu bukan tanggung jawab pihak kitchen untuk membuat MPASI Tuan Ansel dan Nona Asa"jawab HRD Frans dengan nada mengejeknya.
Prilly tersenyum miring. "Apa Anda mau beralih tanggung jawab membuat MPASI untuk kedua bayi kembar saya, Frans? Saya heran ternyata kamu masih ada di sini? Bukankah seharusnya Anda membuat surat pengunduran diri?"
"Untuk apa membuat surat pengunduran diri? Apa yang saya lakukan itu adalah yang terbaik untuk hotel"jawab Frans mantap.
Prilly tertawa mengejek. "Membuat nama hotel menjadi jelek. Pelayanan yang tidak disiplin. Memerintah event planner sesuka hati. Menyiapkan acara H-2 jam. Menggunakan gedung yang salah dan menggandakan biaya yang tidak seharusnya. Itu bisa kamu katakan yang terbaik untuk hotel?"
"Anda harus sadar diri, Nona. Posisi Anda dulu jauh lebih rendah daripada saya."
Prilly menghela nafas. "Oke sudah saya putuskan. Kamu dipecat secara tidak terhormat. Penyalahgunaan kekuasaan, melakukan tindakan korupsi dana, dan melakukan tindakan kejahatan dengan membayar seseorang untuk menukar daging ayam. Saya bisa menuntut kamu jika kamu tidak segera pergi dari hotel ini. Bagaimana?"
"Oke, saya keluar!"
Prilly tersenyum puas. "Ada yang ingin menyusul Frans untuk keluar dari hotel ini? Saya persilahkan."
"Izin bertanya. Bagaimana bisa Nona tau jika pelakunya adalah HRD?"
Prilly mengangkat bahunya acuh. "Insting seorang Ibu tidak bisa di bohongi. Ada rekaman bukti dia berinteraksi dengan penyusup itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Menghiasi Gabriella [ENDING]
FanfictionApa Gabriella Prilly Alteir akan terus menghindar ketika nama marga laki-laki yang ia benci tersemat di nama belakangnya? Since March 2023
![Menghiasi Gabriella [ENDING]](https://img.wattpad.com/cover/278565922-64-k82925.jpg)