"Kau tidak ingat padaku? Aku suamimu, sekaligus ayah dari anak kita."
Dunia Nakamoto Renjun, yang awalnya sempurna tiba-tiba berubah 180 derajat ketika seorang pria membuat pengakuan mengejutkan.
Dan Renjun tidak pernah menyangka jika kepulangannya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nakamoto Renjun kembali pada kehidupannya sebagai seorang desainer. Hari ini ia memulai kesibukannya yang sempat terhenti sejenak selama berada di Korea Selatan. Belum sampai di galeri, Laura sudah merecokinya dengan meeting dadakan karena ada beberapa pakaian yang diubah desainnya oleh Elle.
"Bos akhirnya kau datang juga!" Seru Laura dengan suara melengkingnya. Renjun pun melempar tatapan sinis seraya menggaruk telinganya yang mendadak tuli. "Kau harus tahu penderitaanku selama sebulan ini. Misalnya Elle yang sangat merepotkan karena dia terus mengganti idenya. Astaga, rasanya seperti di neraka..."
Laura terus mengoceh dan Renjun hanya memutar bola matanya jengah. Mungkin ia harus mempertimbangkan untuk mencari asisten lain yang lebih pendiam? Bekerja dengan asisten semacam Laura lama-lama membuat gendang telinganya tidak berfungsi.
"Lalu bagaimana dengan progres koleksi musim gugur nanti?" Renjun memaksa Laura untuk menghentikan ocehannya. Gadis itu langsung menyerahkan ipad-nya.
"Sudah 90% bos, desain baru dari Elle juga sudah hampir selesai. Ada desain tambahan yang akhirnya dijadikan satu setelan baru. Mungkin setelah ini kita mulai mencari model untuk pemotretan."
"Pakai saja model dari project kita sebelumnya. Mereka tidak buruk kok."
"Baiklah, nanti akan aku seleksi lagi."
"Welcome back my little foxie!" Itu adalah suara Elle yang baru datang dengan cup kopi di tangannya. Senyumannya merekah ramah dengan mata hijau yang berbinar. "Aku sangat merindukanmu Nakamoto," ucapnya ketika memberi pelukan singkat pada partnernya.
"Bagaimana kabarmu Elle? Laura terus mengeluh karena kau merepotkannya."
Laura langsung mendelik begitu Renjun mengadukannya. Saat Elle menatapnya sambil berkacak pinggang, Laura hanya bisa meringis dan buru-buru kabur dari hadapan kedua atasannya.
Elle mendecakkan lidah dengan gelengan kepala. "Ck, anak itu memang sekali-kali harus diberi pelajaran."
"Jangan terlalu keras padanya. Dia itu anak orang kaya yang baru mencoba bekerja. Pantas saja jika sifat manjanya masih ada."
"Kalau sudah kaya kenapa harus capek-capek kerja? Merepotkan saja. By the way, how about Seoul? Bagaimana rasanya pulang ke rumah setelah tujuh tahun?"
Pertanyaan Elle mengingatkan Renjun pada Jeno dan Jisung. Senyuman cerah terpaksa ditampilkan, entah Elle menyadarinya atau tidak. "Banyak sekali yang berubah. Tapi aku senang selama berada di sana. Lain kali akan ku ajak kau berlibur di negara asalku."
"Tentu saja. Kau harus melakukannya aku aku akan marah padamu. Baru-baru ini aku menyukai sebuah grup yang bernama NCT. Apakah mereka terkenal? Aku ingin pergi ke konsernya."
Sekarang giliran Renjun yang mendecakkan lidah melihat Elle yang begitu antusias. "Wah, aku tidak menyangka seorang Eleanor akan menyukai musik K-pop."
Suara tawa Elle memenuhi ruangan Renjun di lantai empat. "Mereka semua tampan tahu! Siapa tahu aku bisa mendapatkan tanda tangannya."