Jam sudah menunjukkan pukul 5 petang dan itu artinya Jisoo sudah tidur selama hampir 3 jam sementara Rose yang dipeluk oleh Jisoo itu pula hanya bisa pasrah.
Dia tidak tidur karena saat ini fikirannya dipenuhi oleh banyak beban fikiran. Dia juga masih memikirkan tentang masa depannya.
Apa yang harus dia lakukan jika suatu hari nanti Naya sudah siap untuk menikah dengan Jisoo? Itu artinya Jisoo akan menceraikan dirinya bukan? Dia tidak ingin menjadi janda diusia yang masih muda namun dia juga tidak sanggup untuk melihat Jisoo menjadikan Naya sebagai istri kedua.
Hah~
Kenapa dia harus berada diposisi yang cukup sulit si?
"Eunghh" lirihan kecil Jisoo kedengaran. Cowok itu tidak membuka matanya namun dia mula bergerak gelisah "Sayang. Jangan pergi. Maaf, maafin aku. Aku mohon. Aku mencintai kamu. Maafin aku. Hiks andwae!!" Jisoo mula terisak kecil dengan mulut yang terus mengeluarkan racauannya.
"Jisoo, bangun Jis!"
"Sayang, andwae"
Rose menghela nafasnya dengan kasar. Astaga, cowok itu benar benar sulit untuk dibangunkan "Jisoo, bangun!"
Gara gara sudah kehabisan cara, Rose memutuskan untuk mencubit pipi Jisoo dengan keras. Awalnya dia ingin menampar pipi suaminya itu namun dia tidak tega.
Jisoo mula membuka matanya "Apa yang terjadi?" Bingungnya.
"Lo kembali meracau" sahut Rose.
"Mimpi itu datang lagi" lirih Jisoo memegang kepalanya "Akhh, pusing"
"Gue panggilkan Dokter saja ya" ujar Rose.
"Tidak, gue tidak mau" tolak Jisoo.
Tidak ingin berdebat, Rose memutuskan untuk membaringkan kepala Jisoo diatas pangkuannya lalu dia memijit kepala Jisoo dengan pelan.
"Enak" gumam Jisoo memejamkan matanya untuk menikmati pijitan itu.
Setelah beberapa menit, Jisoo kembali tertidur. Dengan perlahan lahan Rose meletakkan kepala Jisoo diatas bantal lalu dia menyelimuti suaminya itu.
"Gue tidak tahu apa yang lo rencakan tapi gue harap lo mempertahankan rumah tangga kita" bisik Rose sebelum berganjak keluar dari kamar.
"Gue masak apaan ya" gumam Rose membuka kulkas untuk melihat bahan masakan.
Ding dong~
Dengan segera Rose menutup kulkas lalu dia bertanya membuka pintu mansion.
"Mommy, Daddy, Yeri. Ayo masuk"
Joohyun memeluk menantu kesayangannya itu "Soal tadi kamu lupakan saja ya. Mommy minta maaf karena bikin kamu merasa tidak nyaman"
"Tidak apa apa Mom, aku mengerti" sahut Rose membalas pelukan Joohyun.
"Apa kamu sudah makan malam?" Tanya Joohyun setelah pelukan dilepaskan.
"Belum Mom. Ini juga aku mau masak. Tadi aku lagi menguruskan Jisoo. Dia demam dan sekarang dia lagi tidur dikamar" jelas Rose.
"Tumben tuh anak sakit" komentar Seulgi.
"Tadi pagi dia kehujanan pas lagi jogging diluar" jelas Rose.
"Ah, pantesan saja" gumam Seulgi "Apa dia manja sama kamu?"
Rose mengangguk malu malu "Dia manja banget Dad"
Joohyun bersama yang lain terkekeh kecil "Jisoo kalau lagi sakit memang manja si. Dulu saja Daddy harus tidur dikamar yang lain gara gara dia mau tidur sama Mommy" ujar Seulgi membuatkan Rose ikut terkekeh.
"Kebetulan sekali Mommy sudah membawakan makanan. Kita makan bersama saja" ujar Joohyun.
"Terima kasih Mom. Biar aku siapkan" Rose mengambil bungkusan makanan yang dibawa oleh Joohyun.
"Mommy akan kekamar untuk melihat Jisoo duluan ya" ujar Joohyun.
"Iya Mom" sahut Rose.
Joohyun bersama Seulgi akhirnya bertanya kekamar Jisoo sementara Yeri mengikuti Rose kedapur untuk membantu Kakak iparnya itu.
Semua sudah berkumpul dimeja makan untuk menikmati makan malam mereka bahkan Jisoo juga ikut bergabung gara gara dipaksa oleh sang Mommy.
"Kamu harus makan Ji. Kalau tidak makan bagaimana kamu mau sembuh coba" ujar Joohyun.
"Aku tidak ada selera Mom" sahut Jisoo menyandarkan kepalanya dipundak Rose yang duduk disampingnya.
"Lagi mau manja tuh" ledek Seulgi.
Jisoo tidak mempedulikan ledekan sang Daddy. Dia melingkarkan tangannya diperut sang istri "Aku capek" adunya.
Rose menelan ludahnya dengan kasar. Ingat, mereka lagi didepan keluarga jadi mereka harus ngomong aku-kamu agar tidak ada siapa siapa yang curiga.
"Kamu harus makan. Biar aku suapin kamu" ujar Rose membuatkan Jisoo membuka mulutnya dan menerima suapan darinya dengan pasrah.
"Manja amat" komentar Yeri.
"Berisik bocil" balas Jisoo pada akhirnya.
Yeri mendengus sebal "Ngomong ngomong, kalian harus hati hati loh. Aku yakin Kevin Oppa tidak akan tinggal diam. Mungkin juga saat ini dia lagi mengompori Grandma"
"Biarin saja deh. Tuh anak memang kurang kasih sayang banget makanya kelakuannya seperti itu" sahut Jisoo.
"Tapi kalian harus tetap hati hati" ujar Joohyun.
"Baiklah Mom" sahut Jisoo dan Rose dengan kompak.
"Apa kalian tidak ada niatan untuk honeymoon?" Timpal Seulgi.
Jisoo mendengus "Apa Daddy tidak melihat kalau anak Daddy ini lagi sakit huh?" Dumelnya.
"Biarin saja Dad. Sekarang saja Jisoo Oppa sudah manja sama Rose Eonnie gara gara lagi sakit. Aku yakin si dia bakalan bucin sama Rose Eonnie nanti" sambar Yeri.
"Sok tahu nih bocah" dumel Jisoo.
Tekan
👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr ATM✅
FanficDijodohkan dengan cowok kaya? Dan Rose juga tidak bisa menolak perjodohan itu karena permintaan kedua orang tuanya. Akhirnya Rose berusaha menerima Jisoo sebagai suaminya namun kisah mereka tidak berjalan dengan mulus karena Jisoo mencintai sosok ya...
