27. ALEXITHYMIA

537 83 25
                                        

27

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

27. ALEXITHYMIA.

Yoshi yang menenteng sepasang sepatu basah berwarna putih sontak berhenti di ambang pintu utama asrama mendapati Haruto berdiri menelepon seseorang di parkiran motor sebelah asrama dua dan membelakangi asrama satu. Dari tempatnya kini, Yoshi tidak bisa menguping apapun tapi ia tetap memantau kegiatan pemuda tinggi disana.

Yoshi bertanya-tanya siapa yang Haruto ajak bicara dan apa yang mereka perbincangkan. Mengapa Haruto harus menjauh dari asrama satu?

“Hei!”

Yoshi terkesiap oleh tepukan Jay di pundaknya.

“Lo ngapain disini?” tanya Jay.

Yoshi bergumam. “Mau jemur sepatu ini.”

Jay melihat sepatu yang masih meneteskan air di tangan Yoshi sekilas lalu terkikik. “Bukan itu maksud gue. Lo kok di asrama? Gue pikir ikut rombongan Jihoon tadi nyari Niki.”

“Ah ....” Yoshi baru menangkap maksud Jay. “Engga.”

“Lagian fokus Jihoon sekarang nyari hape Niki dulu di lahan kemarin,” papar Yoshi yang tadi sempat turut berdiskusi dengan rombongan Jihoon sebelum berangkat.

Jay memelotot. “Pakai cangkul?”

Yoshi tergelak. “Pakai metal detector punya ayah Hyunsuk.”

“Oh kirain nyangkul,” kata Jay.

“Gak kebayang tahun baru belum kelar, Jay.”

“Emang luas banget tanahnya?” tanya Jay pada Yoshi yang seingatnya pernah mencari Niki bersama Jihoon di malam kejadian.

“Luas banget. Itu kayaknya mau dibangun sekolah atau hotel deh.” Yoshi menebak-nebak.

“Kapan ketemunya kalau sambil jalan kaki?”

“Engga, nanti Jihoon naik motor, terus ada yang dibonceng sambil megangin metal detectornya keliling daerah itu,” jelas Yoshi. “Katanya sih gitu.”

“Gue masih gak paham kenapa Jihoon malah nyari hape Niki daripada nyari Niki.” Jay geleng-geleng heran.

“Soalnya jelas-jelas Niki udah meninggal. Gak ada harapan,” kata Yoshi ada benarnya. “Gak ada petunjuk apapun yang sekiranya bisa ngarahin kita buat nemuin jasad Niki.”

“Ya daripada gak ada barang bukti apapun, Jihoon nyoba cari hapenya,” tambah Yoshi.

“Ya kalau ketemu pun gak ada gunanya. Gue yakin seratus persen tuh hape gak ada apa-apanya. Buang-buang waktu aja.”

Yoshi mengendik. Masabodo dengan keputusan Jihoon. “Itu saran dari Pak Yejun. Terserah apa mau dia, gue udah capek.”

Jay berhembus berat dari mulut. “Jihoon Yejun sama aja. Pikirannya udah gak lagi out of the box tapi udah out of the earth.”

Vengeance | TreasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang