TW// pelecehan
"kopi apa mau yang lain?" yeji bertanya kepada jeno yang tengah berdiri di depan kafe. keduanya berteduh karena hujan yang mengguyur secara tiba-tiba hingga membuat mereka mau tidak mau menepi karena jeno yang membawa motor.
salah satu cafe yang tidak ramai dikunjungi menjadi tempat mereka berteduh. jeno memilih menunggu di luar sementara yeji yang memesan ke dalam. dia merasa kepanasan dan ingin bermain dengan air hujan saja daripada harus repot-repot ke dalam.
"kopi aja" yeji mengangkat ibu jarinya membiarkan jeno kembali berdiri dengan kaki yang bermain-main dengan genangan air. sesekali tangannya mengadah melihat air yang turun dari atap, bermain main sambil menciprat-cipratkan airnya ke tanah.
"masuk angin nanti lo kalau mau main gituan" yeji meledek jeno. jeno menoleh, mengangkat bahu tidak peduli. ia kemudian menyipitkan matanya melihat apa yang ada di pegangan yeji. "lo beli es serut? dingin-dingin begini?"
yeji menatap jeno kesal. "ini bingsoo" protesnya sambil memberikan kopi kepada jeno. kopi dengan asap nya yang mengepul langsung jeno terima. jeno menatap yeji aneh. "sama-sama es serut juga" ujar jeno tidak peduli.
"beda tau!" jeno memutar bola matanya, tidak akan habis memperdebatkan apa yang tidak penting bagi mereka karena hal ini tentu saja tidak akan benti jika diantara mereka tidak ada yang mengalah. "lo milih siapa besok?"
yeji yang tengah es serut-bingsoo nya bertanya kepada jeno yang sesekali meniup-niup kopinya. jeno mengangkat bahu. "ngga tahu. ngga ada yang menarik juga" jawabnya sambil meminum secara perlahan kopinya. "emang besok pemilihannya gimana?"
yeji menatap jeno tidak percaya. "lo ngga tahu? waktu kemarin kan ada penyuluhan dari osis. lo ngga ngedengerin emang?" jeno mengangkat bahu, tidak terlalu peduli walau ia tau sebenarnya bagaimana prosesnya. "bukan urusan gue juga, sih" ia menjawab asal.
"calonnya mike sama mark. dua orang kating itu yang bakal naik ke pemilihan" jeno menatap yeji. "mike as pacar lo itu?" tanyanya. yeji menganggukan kepala. "yep. dia"
"kalau gue yakin sih mark. dia punya pegangan kuat. kaya dia emang aktif lomba, organisasi, terus juga emang dia punya muka aja buat jadi perwakilan osis kemana-mana, sering juga dia jadi perwakilan apalagi kalau ada tamu dari luar. tapi kalau mike, dia punya pegangan cewe-cewe yang kuat, dia bisa bayar orang buat milih mereka. kaya ibaratin markk emang unggul kalau seccara kompetisi yang fair, tapi mike pegang anak-anak sekolah dala hal lain. paham ga lo?" jeno menganggukan kepala, membiarkan yeji menjelaskan pemikirannya. pemikiran yang tidak bisa ia dapatkan dari hanya duduk di depan komputer.
"kalau lo milih mana?" yeji menelan es nya. "mike kali"
"kenapa milih dia? kan kata lo mark hebat secara kompetisi?"
"buka mulutnya. gemes gue ngeliat lu dari tadi ngga minum" yeji mengambil satu sendok dan menyuapi jeno dengan paksa karena gemas sedari tadi jeno hanya meniup kopi panas itu tanpa meminumnya hingga tandas. jeno menyipitkan matanya saat dinginnya es batu dan rasa manis yang begitu mendominasi langit langit mulutnya. "manis banget gila" komentarnya.
"ya gimana ya. mark emang hebat dan unggul tapi balik lagi, pacar gue mike. lo bisa bayangin ngga sih image yang gue dapet. jadi pacar ketua osis yang kaya raya, gue bakal punya muka dimana mana, dikenal, dan bikin gue dapet duit banyak dari dia. ya ngga?" jeno berdecih seharusnya ia sudah menduga apa yang menjadi alasan yeji memilih mike, uang.
"pacar lo noh, panjang umur" jeno menunjuk seseorang yang turun dari mobil. ia menyeruput kopinya, tidak peduli dengan kakak tingkat nya yang menghampiri yeji. sepertinya dia melihat kalau yeji tengah berdiri di pinggir jalan dan memilih menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE TROUBLE
FanfictionNatasha Yeji merupakan anak seorang konglomerat terkenal. Dia hidup dengan rengkuhan harta serta kasih sayang. Semua orang menjaganya agar tidak ada siapapun berani menyentuh gadis cantik ini. ia tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu dengan kakak...
