"GUE UDAH BILANG JANGAN NARUH HANDUK BASAH KE KASUR, JENO" jeno yang tengah duduk di depan komputernya untuk berkerja menutup kupingnya ketika mendengar suara teriakan yang begitu familiar.
ia berbalik, melihat ke arah pintu dimana yeji yang baru saja pulang saat jam menunjukkan pukul enam sore, yeji datang dengan rambut yang lepek dan berantakan karena keringat. tas nya ia seret di lantai dan seragam yang sudah penuh keringat. tanduknya keluar begitu saja melihat kondisi kamar yang begitu berantakan. handuk basah menempel di ranjang, bungkus snack bertebaran di mana-mana. cup mie instan juga masih ada di meja, belum dibersihkan juga padahal ia sudah meminta jeno membersihkannya kemarin.
"ga usah teriak teriak ngapain sih" jeno berdecak kesal mendengar teriakan dari yeji yang benar benar melengking.
yeji masih dengan napas terengah dan tanduk yang keluar di kedua kepalanya mendekat ke arah jeno. "gue baru pulang anjing. bisa ga si lo ngga jorok sekali aja" ia memukul bahu jeno dengan tas nya.
"aduh" jeno memegang bahunya disaaat bahunya merasa nyut-nyutan karena dipukul oleh tas yang beratnya seisi bom. "iya-iya gue beresin, lo ngga usah marah-marah" ujarnya meminta ampun.
yeji menghentingkan oukulannya. ia membenarkan rambutnya yang nampak begitu lengket. "gue mau mandi, pokoknya kalau habis mandi kamar ngga bersih, lo..." yeji menunjuk jeno dengan telunjuknya. jeno mengangguk dengan cepat, mendorong tubuh yeji ke kamar mandi "dah dah lo mandi dulu biar gue yang beresin"
"awas lo kalau ngga bersih" jeno menganggukan kepala.
setelah yeji masuk ke dalam kamar mandi, mengunci pintu, dan terdengar suara shower dari dalam. jeno menghela napas kemudian mulai membereskan kamarnya, bisa terjadi perang dunia ketiga ketika yeji lkeluar dari kamar mandi tapi kondisi masih berantakan.
begitu kamarnyaa sudah beres, jeno kemudian kembali duduk di kursinya. ia sedang bekerja. pekerjaan nya tentu saja tidak seperti orang-orang normal kebanyakan. dia memiliki akses pada web gelap dimana dia mampu mencari informasi apapun bahkan menjual informasi apapun dari klien yang mampu membeli jasanya dengan harga tinggi. biasanya pekerjaannyaa dibanderol dengan harga ratusan juta hingga milyar, tergantung siapa yang membayarnya.
jeno menjual informasi yang ia dapat melalui web-web yang tidak terkenal. bahkan dia bisa masuk ke database akun pemerintahan dengan mudah tanpa dicurigai kemudian mengambil informasi-informasi penting dari sana.
"lagi banyak job emang lo?" yeji berujar melihat jeno tengah berhadapan dengan layar hitam yang penuh dengan tulisan putih. tidak, sebenarnya bisa saja websitenya berwarna putih atau warna warni. tapi jeno senang dan nyaman menggunakan ini, enak di matanya yang harus berhadapan dengan komputer selama belasan jam.
jeno mengangukan kepala, tangannya membuka kaleng soda yang ada di kulkas kecil. iya mereka memutuskan untuk membeli kulkas kecil di dalam kamar karena terlalu malas untuk ke dapur. "ada yang harus gue kerjain, lo kalau mau tidur di kasur sih jangan disitu" jeno mengomentari yeji yang mulai merebahkan tubuhnya di sofa. yeji berdecak, ia memindahkan badannya yang hanya memakai bathrobe.
ia berbaring telungkup dengan rambut yang digulung handuk, memperhatikan jeno yang bekerja dengan cepat. pria itu menggerak-gerakan mouse di tangan kanan sementara tangan kirinya memegang soda. sesekali mengangguk dan berkerut melihat informasi yang dia dapatkan.
"eh, camping minggu besok" yeji berujar kepada jeno, membenarkan bathrobe nya yang turun menunjukkan dadanya. ia kemudian memperbaiki posisi tidurnya menjadi telentang. "terus?"
"ini udah hari kamis, jeno. jumat besok lo ngga bisa diganggu. sabtu udah berangkat. mau belanja kapan? keperluannya banyak yang belum dibeli" yeji berujar. jeno terlihat menimbang nimbang. dahinya nampak berkerut. "ya udah ntar, agak maleman lah. jam segini macet banget soalnya jam pulang kerja" jeno memutuskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE TROUBLE
FanfictionNatasha Yeji merupakan anak seorang konglomerat terkenal. Dia hidup dengan rengkuhan harta serta kasih sayang. Semua orang menjaganya agar tidak ada siapapun berani menyentuh gadis cantik ini. ia tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu dengan kakak...
