"gimana kemarin? berhasil?" yeji memutar bola matanya kesal ketika ditanya oleh lia perihal perkembangannya dengan jeno.
yeji menghembuskan napasnya. "gagal. dia sama sekali ngga cemburu. gue yang kebakaran jenggot ngeliat dia caper sama orang. cih, sok ganteng" yeji berujar sambil mengaduk jus mangga nya.
"tapi emang ganteng ngga si? dia kaya bule sekarang. gue bahkan lebih yakin kalau dia blasteran coy" ryujin menambahkan. ia menusuk batagor di piringnya kemudian mengunyahnya, memperhatikan temannya yang terlihat putus asa karena usahanya membuat jeno cemburu itu gagal.
"lagipula kalau jeno cemburuan, dia harusnya cemburu waktu yeji sama orang lain ga sih? orang yeji waktu itu pacaran sama orang lain dia aja kelihatan biasa aja" lia menambahkan setuju. ia mengeluarkan kotak makan yang berwarna kuning.
"itu apaan? lo bawa buat siapa?" yeji bertanya melihat bekal kuning yang lia keluarkan. "buat renjun lah, yakali gue kasih ke lo"
"baru pacaran aja udah ngasih bekal, kaya mau nikah aja--aduh" yeji mengaduh karena kepalanya di dorong oleh lia. "sirik aja lo yang cowonya ngga peka"
ryujin tertawa terbahak-bahak melihat pertengkaran keduanya.
"tuh cowo lo li" ryujin menunjuk ke arah pintu dimana renjun datang dengan jaemin. mereka nampak mengobrolkan sesuatu. lia mengangkat tangan, memberi kode kepada renjun bahwa tempat duduknya disini.
"yang lain kemana?" lia bertanya kepada renjun yang sudah menarik kursi di sebelahnya. renjun menoleh. "haechan lagi ikut remedial. jeno lagi ke kamar mandi. oh ini bekal buat aku?"
lia menganggukan kepala. "iya, katanya semalam kamu pengen" renjun menyengir. "thanks"
"woy woy woy, jangan pacaran disini, masih ada jomblo nih" yeji menepuk nepuk kedua tangannya secara pelan sambil melihat ke antara lia dan renjun dengan iri. "sirik aja lo jomblo" lia membalas sinis.
"emang lo masih jomblo ji" jaemin yang datang dengan semangkuk bakso di tangannya bertanya. yeji mendengus. "kalau gue punya pacar, gue ngga bakal iri ke nih dua orang" yeji mengibaskan rambutnya. beruntung di sebelahnya masih terdapat kursi kosong sehingga kibasan rambutnya tidak mengenai siapapun.
"biasanya lo gonta-ganti cowo kaya gonta ganti sepatu" renjun berujar sambil menyuap bekal.
"dia sekalinya naksir orang malah orangnya ngga naksir ke dia" ryujin tertawa kembali. "nih ada cowo cowo, coba lo minta saran sama mereka siapa tau berguna"
"saran apaan?" haechan yang baru saja datang dengan muka kusut nya bertanya.
yeji menimbang nimbang, daripada dia bertanya kepada hyunjin yang membuat hyunjin curiga dan nantinya akan semakin memanjang karena tentu saja hyunjin tidak akan berhenti jika bertanya.
"gimana cara buat cowo tertarik sama cewe?" renjun bahkan menghentikan kegiatan mengunyahnya saat yeji bertanya.
"lo yakin tanya sama kita?" haechan bertanya tidak percaya. yeji mendesah. "beneran, jadi gue butuh pendapat kalian yang bikin kalian teretarik sama cewe kalian dong"
jaemin berdehem pelan. "tertarik sebagai pacar atau secara..." jaemin memberikan tanda kutip dengan kedua jarinya.
"both" yeji menjawab pasti. jaemin menggaruk tengkuknya. bingung juga mau memberi saran seperti apa karea yang mereka tahu, yeji sangat mudah mendapatkan kekasih yang berarti yeji menarik., ya kan?
"gimana ya ji, kalau gue mah naksir-naksir aja. ngga ada kriteria khusus, gue juga ngga peduli mau dia gendut kurus tinggi pendek atau minus plus dan lain sebagainya. selama gue naksir ya naksir aja. emangnya lo udah usahain apa aja?" jaemin menjawab apa adanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE TROUBLE
FanfictionNatasha Yeji merupakan anak seorang konglomerat terkenal. Dia hidup dengan rengkuhan harta serta kasih sayang. Semua orang menjaganya agar tidak ada siapapun berani menyentuh gadis cantik ini. ia tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu dengan kakak...
