ada yang berubah hari ini, jeno dan yeji datang bersama setelah sekian lama karena yeji berkencan dengan andrew dan anehnya sekarang mereka berdua makin lengket, yeji bahkan melingkarkan tangannya di lengan jeno yang berjalan seperti biasa.
"gue nyium nyium bau pajak jadian nih" jaemin berujar dengan senyum yang ceria, seperti bersama pria tampan itu menyapa mereka dengan ramah. jeno menggelengkan kepala sekilas meminta jaemin untuk tidak membahasnya sekarang tapi yeji tidak bisa untuk menahan senyum lebarnya.
"iya dong! nanti jeno yang bayar!" jeno menoleh ketika yeji berujar dengan percaya diri, membuat keputusan yang sebenarnya sudah tidak asing bagi dirinya. wanita ini memang seenaknya. "duit lo yang banyak lah, ngapain gue? gue kan ngga ada apa-apanya dibandingkan lo" yeji menyengir, mau tidak mau jeno berdecak. "iya-iya, bilang haechan sama renjun nanti waktu istirahat, dan lo ajak temen lo siapapun itu gue yang bayar"
"yes! traktiran!" yeji bersorak senang, ia kemudian melepas pegangan tangannya dari tangan jeno. "gue duluan ke ruang osis, ada rapat. bye bye pacar!" ujarnya sambil berlari membuat rambut panjangnya berkibar meninggalkan jeno yang hanya bisa tersenyum dan memegangi ransel dengan tangan kirinya ketika wanita itu berlari.
jaemin melihat jeno kemudian merangkul temannya. "jadi, udah berhenti denial nya?"
dan lagi lagi jeno hanya menjawabnya dengan senyuman dan gelengan kepala.
andai jaemin tau yang sebenarnya terjadi
***
"berhasil juga lo bikin dia peka" lia berujar ketika mereka bertiga sudah sampai di kantin. tidak ada kehadiran jeno disini, mungkin mereka akan keluar lebih lambat karena ulangan. mereka sudah kelas 12 sekarang dan ulangan-ulangan tentu saja membuat mereka lebih banyak kegiatan di dalam sekolah.
jeno menyengir lebar. "tentu dong!"
"gimana tuh cowo bisa luluh?"
yeji mengangkat bahu, tidak menjelaskan kejadian sebenarnya. "kayanya waktu itu gue kecelakaan, terus dia khawatir bukan main dan cemburu jadi ya confess gitu" yeji tidak menjelaskan kejadian setelah itu, bisa terkejut mereka nanti. apalagi ketika mengetahui kalau jeno adalah dalang dari kecelakaan yang membuat andrew sampai kritis walau sekarang sudah sadar di rumah sakit.
"terus andrew gimana?" ryujin bertanya sambil membuka sedotan dari pembungkus kertas nya. ia kemudian meminum jus jeruk yang dipesannya.
yeji mengangkat bahu. "gue putusin lah. gue udah dapet jeno soalnya" yeji menjawab dengan enteng, lagipula dia hanya menerima andrew karena dia kaya dan yeji lelah mengejar jeno, kalau tau jeno akan confess, dia tidak akan jadian dengan andrew.
kedua temannya saling pandang.
"lo udah denger gosip tentang lo ngga?" ryujin bertanya pelan.
"ngga usah diceritain yang itu, jin" lia menegurnya.
"tapi gue rasa dia harus tau" ryujin membela diri.
yeji menatap keduanya bingung. "omongin aja sih, lagipula gue ngga akan kesinggung kalau ini bukan dari mulut kalian"
"jadi gini, gue ngga sengaja denger gosip-gosip anak tari, mereka bilang kalau lo pembawa sial. semua orang yang pacaran sama lo itu nasibnya selalu sial, entah itu celaka atau bahkan mati"
"please, lo jangan masukin ke hati karena itu bukan salah lo kita tahu" lia menambahkan dengan buru-buru. yeji mengangkat bahu, ia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan itu karena bukannya dia pembawa sial, tapi mereka yang terlalu berengsek dan sangat membuat hasrat untuk membunuhnya menjadi lebih tinggi dan hal ini toh nantinya akan menambah pundi-pundi uang jeno.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE TROUBLE
FanficNatasha Yeji merupakan anak seorang konglomerat terkenal. Dia hidup dengan rengkuhan harta serta kasih sayang. Semua orang menjaganya agar tidak ada siapapun berani menyentuh gadis cantik ini. ia tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu dengan kakak...
