"kalian ngga mau ikut main dulu?" lia bertanya kepada yeji dan jeno yang hendak keluar dari kelas.
"ngga, ada yang perlu gue urus duluan, kalian bisa pergi, kalau lo mau pergi, pergi aja" ujar jeno kepada yeji yang tentu saja penciraan. enak aja yeji sembarangan pergi disaat mereka hendak pindahan dan melimpahkan semua pekerjaan
"gimana ji? mau join sama yang lain ngga?" ujar lia bertanya. yeji melihat raut wajah jeno yang seperti biasa kemudian menggelengkan kepala. "ngga deh, kita harus pindahan"
"pindahan? kalian tinggal bareng?" hyunjin masih menatap keduanya bingung, pertanyaan ini belum sempat yuji dan jeno jawab secara gamblang. yeji mengangkat bahu. sementara jeno mengelengkan bahu. "ngga, gue nyuruh dia bantuin doang. biasa, dia udah punya utang sama gue" jeno menjawab asal.
yeji mendelik. "sembarangan" komentarnya. "ya udah, kita duluan ya" pamit yeji sambil merangkul bahu jeno dan menyeretnya menuju parkiran mengabaikan teman-temannya.
"mau ngapain lo?" felix bertanya kepada hyunjin yang juga ikut memamai tas nya. "nyari tahu dimana adek gue tinggal"
***
"abang lo ngikutin gue" jeno berujar kepada yeji yang duduk dengan santai di kursi belakang mobilnya.
"apa?" ujarnya sambil mendekatkan kepalanya ke arah wajah jeno sehingga kedua helm mereka bberadu. jeno mendorong helm milik yeji dengan telunjuk kirinya.
"abang lo ngikuting kita--lo jangan noleh, bodoh" lagi dan lagi, telunjuk jeno dengan mulus menjitak kepala yeji. yeji mengaduh sambil mengusap dahi nya yang terkena jitakan maut jeno.
"buset, kekeh amat tuh orang, padahal gue udah kaga mau balik" yeji berkomentar. jeno mengangkat bahunya.
"pegangan, kita mau puter arah, di depan ada lampu merah. itu bisa memperlambat mobillnya" ujarnya sambil menurunkan kaca helmnya dengan tangan yang memutar gas hingga motornya berjalan lebih cepat sementara yeji memilih untuk memeluk tubuh pria di depannya karena tidak mau terbawa angin.
benar saja, di depan mereka ada lampu merah, tidak, cukup jauh namun bisa membat hyunjin yang menyetir mobil terhalang. karena lampu secara kebetulan berwarna hijau ketika jeno melintas dan berganti merah setelahnya, jeno memiliki momentum yang bagus dan ia langsung memutar arah menuju arah sebaliknya sehingga hyunjin yang terjebak kemacetan hanya bisa mengumpat karena dia tidak bisa maju maupun mundur sementara motor milik jeno sudah tidak tahu kemana.
"gede juga ya" yeji berkomentar saat pintu apartemen mereka terbuka untuk pertama kali. barang-barang yang sudah ia beli dan pindahkan dari apartemen mereka yang sempitnya luar biasa itu sudah dipindahkan kemarin. dan tugas mereka sekarang adalah menata barang-barang yang sekarang berserakan di ruang tengah.
"itu kamar gue, kan?" yeji menunjuk salah satu kamar. "lo yakin mau tidur sendiri?" jeno bertanya sangsi. ia beberapa kali melihat yeji ketiuran di dalam tidurnya sehingga dia meragukan kalau yeji bisa tidur sendiri.
yeji menyengir. "trus itu buat apa?" ujar yeji sambil meletakkan tas nya di sofa.
"buat kerja" jeno menjawab singkat. ia kemudian melepas kemeja sekolahnya sehingga ia sekarang memakai kaos berwarna hitam sebagai atasan.
ia dibantu dengan yeji mulai membereskan ruangan, dimulai dari ruuang tengah. ia memasang beberapa furnniture yang harus dipasang karena ia beli dalam keadaan yang belum terpasang sementara yeji menata bahan makanan yang sudah mereka beli kemarin.
"dapurnya gede, coy. kalau gue masak-masak mantep nih" yeji berkomentar saat ia melihat dapur apartemen ini. dulu tidak ada dapur, ada pun tidak sebesar ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOUBLE TROUBLE
FanfictionNatasha Yeji merupakan anak seorang konglomerat terkenal. Dia hidup dengan rengkuhan harta serta kasih sayang. Semua orang menjaganya agar tidak ada siapapun berani menyentuh gadis cantik ini. ia tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu dengan kakak...
