17. Kesan Asmara

16 3 0
                                    

Reindra Hendrawan's POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Reindra Hendrawan's POV

Kemarin Malam, aku telah mengusulkan kepada Alisa untuk memasang nama pada status profil masing-masing. Dia sepakat dengan hal tersebut. Namun sebelum itu, dia memperingatiku agar tak melakukan hal ini. Dia takut jika cowok-cowok di sekolahnya melakukan sesuatu kepadaku. Padahal dia sendiri yang menginginkan tereksposnya hubungan kami.

Aku hanya memberitahu kepada Alisa seperti apa teman-temanku saat ini sehingga cukup untuk mengantisipasi. Selain itu, kami sepakat untuk menonaktifkan komentar pada postingan mengenai pembaharuan status.

~***~

Saat di sekolah, terkadang aku merasakan bahwa beberapa orang secara diam-diam menyindirku. Munafik dan hanya berkoar-koar pasal tak ingin berurusan dengan asmara, dua hal itu mulai menjadi asupan kedua indra pendengaran. Bagaimana tidak? Aku pernah mengakui diriku anti-cinta lalu tiba-tiba mempunyai pacar yang cantiknya tak main-main.

Tidak sedikit juga yang tak percaya dengan foto maupun penampilan Alisa, baik itu dari dalam atau luar kelas. Ada yang bilang itu editan, foto idol, seorang cosplayer, dan beranggapan wajah asli dengan di foto sangatlah berbeda. Sebagian dari mereka juga meragukan statusku. Aku ini orangnya sabar, terkadang memang tak peduli dengan apa yang mereka katakan. Akan tetapi, aku merasa bersyukur, karena masih ada beberapa teman yang percaya dan memberi selamat.

Rasanya aneh, kenapa aku merasa senang?
Kenapa aku merasakan hal itu hanya karena dianggap sudah mempunyai pacar?
Mengapa aku bisa begitu terbawa suasana asmara?

Ayolah sadar dan percaya, aku dan Alisa hanyalah fake.

Padahal hanya sebuah status palsu, tapi aku seperti mengabaikan yang telah kuucapkan. Setidaknya hal itu dapat membuat Diana menjauhiku. Hanya saja, sekarang aku malah menyusahkan David. Karena Diana tak hanya mengabaikanku, namun juga dengan cowok lain termasuk David.

Hingga saat ini juga, Diana hampir tak ada kontak komunikasi denganku. Aku dan dia kembali ke keadaan dimana kami belum berkenalan sama sekali.

~***~

Dua Minggu semenjak kesepakatan untuk memasang nama pada status profil, Alisa sering mengajakku mengobrol. Entah itu di chat atau telepon. Kenapa aku merasa tenang akan hal itu? Rasanya berbeda dari saat pertama kali jadian dengan dia.

Aku yang sedari tadi duduk melamun di kelas, tak bosan-bosannya menunggu kedatangan rekan-rekanku. Hanya karena Alisa menelponku pagi-pagi buta, aku jadi berangkat sekolah lebih awal. Sekarang beginilah keadaanku, duduk terdiam sendirian di tengah kelas sambil mengingat beberapa hal apapun yang telah lewat.

Aku juga sempat mengingat pembicaraanku dengan Alisa saat bertelepon. Banyak hal yang dia bicarakan adalah kesehariannya di sekolah. Aku serasa bisa menggambarkan sikap dan penampilannya lewat daily story yang diceritakan. Satu hal yang pasti bisa aku ungkapan mengenai kepribadian gadis tersebut, ialah dia bagaikan Tuan Putri di sekolahnya.

ReshuffleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang