⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll.
⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini.
Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang gadis bersurai abu-abu tampak tengah terbaring di atas kasur dengan tangan kanannya yang tengah memegang sebilah pisau yang terdapat bercak darah, sedangkan di tangan kiri terdapat luka sayatan panjang pada pergelangannya yang bisa dipastikan bahwa gadis itu baru saja melakukan percobaan bunuh diri.
Perlahan kedua kelopak mata yang tadinya menutup kini mulai terbuka dan menampilkan dua iris mata berbeda warna yang tampak indah.
Bangkit untuk duduk dan seketika itu juga rentetan berbagai kenangan dari seseorang memaksa masuk ke dalam kepalanya membuat sang gadis spontan memejamkan mata seraya memegang kepala dikala pusing mendera hingga nyaris membuatnya ambruk tak sadarkan diri.
"Sial, transmigrasi?" Katanya pelan sesudah mencerna tiap ingatan yang masuk ke dalam kepalanya.
[Name], ya gadis itu adalah Yoon (Name) atau haruskah menyebutnya sebagai (Name) sekarang? Sebab tubuh yang saat ini gadis itu tempati bernama Park (Name), gadis remaja berusia 17 tahun yang baru saja mengakhiri hidupnya karena depresi yang telah lama di deritanya.
"Hidupmu sangat berat, pantas saja kau memilih menyerah." Ucap [Name] pelan yang tertuju kepada sosok Park (Name) yang kehidupannya begitu menyakitkan untuk diingat.
Nyut! [Name] meringis kala merasakan pergelangan kirinya terasa sakit dan perih, melihat pada luka sayatan disana ia pun lantas segera turun dari kasur dan mencari kotak P3K yang dapat dia temukan dengan cepat berkat ingatan milik Park (Name) yang mungkin telah diberikan kepadanya.
[Name] pun segera mengobati luka tersebut dan membalutnya dengan perban agar tak lagi mengeluarkan darah.
Selesai dengan kegiatannya itu [Name] kemudian beralih pada cermin yang ada di meja rias, ia menatap pantulan dirinya di cermin tersebut yang menampilkan rupa Park (Name) yang begitu cantik dengan manik heterocromia-nya yang memiliki warna biru dan merah.
"Matanya sama seperti milikku hanya saja aku memiliki warna merah dan ungu, sedangkan dia memiliki warna merah dan biru." Ucap [Name] meneliti dengan seksama penampilan Park (Name) yang sedikit mirip dengannya terutama warna rambut mereka yang sama-sama berwarna abu-abu.
"Ah tubuhmu sedikit lebih tinggi dari tinggi badanku." Kata [Name] lagi sambil membandingkan tinggi badannya yang dulu dengan tinggi badan Park (Name).
Setelah puas menatapi rupa Park (Name) dia pun mulai beranjak keluar kamar untuk menjelajahi seisi rumah Park (Name) guna beradaptasi dari sekarang.
Sebagai orang yang telah banyak membaca novel fantasi jelas [Name] tahu bahwa seseorang yang telah mengalami transmigrasi tidak akan bisa kembali lagi ke kehidupannya yang lama.
Dan juga selain itu [Name] sendiri tidak berkeinginan untuk kembali, sebab di kehidupannya sebagai Yoon (Name) tak ada lagi yang diinginkannya atau pun seseorang yang ingin dirinya temui.