Dan Silvanna tak lagi datang untuk menemuinya setelah mereka berdua bertemu tempo hari.
(Name) yang merasa dibohongi pun kini tampak cemberut seraya mendekap erat-erat salah seekor kucing di rumah Jiwoo.
Mengusap-usapkan pipinya ke tubuh gembul si kucing awakened yang terlihat agak tertekan oleh tindakan manusia ini padanya.
'Kemana sebenarnya wanita itu pergi? Dia sama sekali tak memberikan kabar apapun mengenai dia yang menghilang. Apakah dia kembali ke tempat tinggalnya para Dewa dan Dewi?'
(Name) mendengus kasar, merasa jengkel kala tak menemukan jawaban atas kebingungannya.
Menenggelamkan wajahnya di perut penuh bulu si kucing awakened yang kini sudah pasrah diapain-apain olehnya.
'Yah sudahlah, mungkin dia sedang sibuk. Meski dia memang menyebalkan, tapi dia tetaplah seorang Dewi. Dia pasti memiliki banyak pekerjaan, karena itu tak bisa selalu datang untuk menemuiku.'
"(Name),"
Si empu nama pun lantas mendongak dikala suara Jiwoo terdengar di sampingnya dan tampaklah pemuda itu yang sudah duduk di dekatnya entah sejak kapan.
"Apa?" Tanya (Name), menumpukan dagu di atas kepala si kucing awakened yang terlihat tertekan oleh tatapan tajam dari dua kucing abnormal yang tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Kartein yang sedang dalam kotak sambil memain-mainkan mainan kucing dan Kaiden yang tengah berolahraga di dekatnya. Namun kedua makhluk abnormal tersebut tetap tak sedikit pun meloloskan pandangan mereka terhadap si gadis, dikala melihat betapa dekatnya (Name) dengan kucing awakened tersebut pun membuat mereka langsung menatapnya dengan tajam.
Salah apa sebenarnya dia? Padahal (Name) yang memeluknya lebih dulu dan dia tadinya sedang tidur sebelum (Name) datang dan jadilah seperti sekarang.
Bukan dia yang mau! Oke! (Name)-lah yang lebih dulu mulai, bahkan dia sama sekali tak bisa lepas dari dekapan manusia ini yang begitu erat dalam memeluknya.
"Dia bisa sesak kalau kau memeluknya terlalu erat begitu dan biarkan dia makan sekarang ya?" Ujar Jiwoo dengan lembut, mengusap puncak kepala (Name) dengan sayang.
(Name) menurut, lekas dia melepaskan dekapannya dan si kucing awakened pun dengan segera berlari menghampiri kucing lain yang sedang makan dengan antengnya.
Grep!
Bruk!
"Eh?" Jiwoo mengerjap kaget tatkala (Name) langsung beralih mendekapnya dengan erat, membuatnya yang tak siap pun langsung jatuh dengan (Name) yang menindihnya di atas sofa.
Gadis itu mendusel-duselkan wajahnya di dada bidang Jiwoo hingga naik ke leher, mencari posisi yang nyaman sebelum akhirnya dia dengan cepat terlelap─tepat di ceruk leher Jiwoo yang memiliki aroma harum citrus yang buatnya nyaman.
Sang empu tubuh pun terlihat terdiam dengan wajah yang memerah, menunduk sedikit dan menatap wajah damai (Name) yang sudah benar-benar terlelap sambil memeluknya erat.
Terkekeh Jiwoo pun membalas pelukan (Name) dan mengusap surai kelabu keunguan sang gadis dengan lembut berusaha semakin menyamankan tidurnya.
Terlihat abai atau lebih tepatnya tak menyadari dua sorot tajam dari dua kucing abnormal yang melihat kedekatan mereka yang berbaring di satu sofa yang sama.
'Apa-apaan itu?'
'Sengaja ya?'
Ding Dong
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
