"Malam kakek." (Name) menyapa sambil berdiri di dekat Veramund yang lantas menepuk-nepuk kepalanya dengan sayang.
"Bagaimana kabarmu?"
(Name) tersenyum. "Sangat baik dan kuharap kabar kakek juga baik." Jawabnya.
"Seperti yang kamu harap, kakek juga sangat baik."
(Name) pun tak lagi bicara dan tetap pada posisinya di samping Veramund sembari memandang pada Jiwoo yang sedang melepaskan jaket yang tengah pemuda itu kenakan.
Tapi kala netranya tak sengaja bersitatap dengan sosok Jurion yang berdiri di dekat Jiyoung, ia pun lantas tersenyum tipis sambil menganggukkan kepala.
"Malam oppa." Sapanya pelan yang kemudian dibalas Jurion dengan senyuman.
Interaksi samar di antara mereka jelas tak lepas dari pandangan Kaiden yang membuat pria itupun langsung bergerak cepat menarik (Name) untuk berdiri di dekatnya.
Hingga kini (Name) pun berdiri di tengah-tengah Kaiden dan Inhyuk yang sedang memegang jaket Jiwoo.
"Jangan mengulur waktu, ayo cepat mulai." Ucap Kaiden sambil merangkul pundak (Name), mencegah gadis itu untuk menjauh darinya.
"Aku setuju." Timpal Veramund.
Mereka pun kemudian menatap ke arah kedua orang yang tengah saling berdiri berhadapan dan bersiap untuk melakukan duel mereka.
"Namamu Jurion, kan?" Kaiden melontarkan pertanyaan di saat kedua pemuda disana sudah siap untuk memulai.
(Name) di samping pun hanya tersenyum kecil, tahu apa tujuan Kaiden tiba-tiba saja mengajak Jurion berbicara.
"Benar." Jawab Jurion.
Kaiden menatap tajam. "Kau harusnya tahu malu." Ucapnya yang berhasil mengagetkan Veramund dan Inhyuk yang mendengar. "Kau sudah menjadi ranker dunia, tapi masih bertarung melawan anak kecil."
"..." Jurion yang mendengarnya tentu langsung memerah malu atas perkataan Kaiden yang sedikitnya menusuk harga dirinya sebagai seseorang yang sudah menjadi ranker dunia.
"Kaiden! Pembicaraan ini kan sudah selesai!" Veramund memprotes kala Kaiden mengungkit kembali topik tersebut di saat pertarungan mereka saja sudah di setujui oleh kedua belah pihak.
"Kenapa? Memangnya aku mengatakan hal yang salah?" Kaiden menyahut sambil menatap Veramund di sampingnya. "Ucapanku benar kan? Apa menurutmu hal yang dia lakukan itu benar?"
Veramund pun terdiam tak mampu untuk menjawabnya.
"Makanya didiklah cucumu dengan benar."
"Ekhem..." Veramund memilih untuk mengalihkan pandangan kala tatapan datar Kaiden tertuju padanya, terlebih saat kalimat menusuk pria itu berhasil membuatnya tak mampu tuk membalas.
(Name) yang menyaksikan pun hanya diam seraya tatapannya beralih memandang Jiyoung yang pandangannya lurus mengarah kepada Jiwoo di depan sana.
Tak sekali pun Jiyoung melirik pada Jurion, hal itu tentu membuat (Name) terdiam memikirkan sesuatu.
'Sebenarnya aku bingung akan perasaan yang dimiliki di antara mereka berdua, tapi dari cara Jiwoo menatapku dan cara dia memandang eonnie...'
'Ada perbedaan yang jelas dan sialnya aku kurang mengerti untuk menjelaskan tatapan Jiyoung eonnie kepada Jiwoo.'
'Eonnie terlalu datar dan rumit untukku mengerti.'
"Saya mengaku gegabah karena telah mengajak salah satu murid tuan Kaiden untuk bertarung," Ucap Jurion menarik kembali atensi (Name) yang sempat teralihkan ke arah lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
