Setelah cerita usai kedua perempuan beda usia itupun tampak terdiam dengan pikiran masing-masing.
(Name) yang terdiam tak mengerti mengapa Silvanna menceritakan kisah seperti itu kepadanya dan Silvanna yang diam memperhatikan reaksi sang gadis setelah mendengar ceritanya.
'Kamu memang tidak bisa mengingatnya ya?'
"Sebenarnya..." Suara (Name) memecahkan keheningan di antara mereka membuat Silvanna yang semula menunduk pun mengarahkan kembali pandangannya pada sang gadis. "Kenapa kau menceritakan kisah wanita itu kepadaku?"
Silvanna diam sejenak sebelum kemudian dia lagi-lagi terkekeh. "Entahlah, menurutmu kenapa?" Balasnya main-main sambil mengedipkan sebelah matanya dengan ekspresi nakal.
(Name) berdecak malas. "Tidak bisakah kau sedikit lebih serius? Menyebalkan tahu." Imbuhnya menahan kesal.
Seakan tak bosan Silvanna kembali terkekeh. "Aku hanya ingin kau belajar seperti Asterellia, [Name]." Ucapnya tak lagi memanggil gadis itu dengan nama raga sang gadis sekarang.
"Maksudmu?" (Name) berucap tajam, mendadak merasa tak nyaman dengan topik pembicaraan mereka sekarang. Rasanya Silvanna seperti akan mengusik sesuatu dari dirinya yang jelas itu bukanlah hal yang ia sukai.
"Ini tentang ayahmu." Jawab Silvanna yang berhasil membuat (Name) seketika terdiam dan perasaan kesal pun mulai muncul kepermukaan.
"Aku tidak ingin mendengar apapun tentangnya." Katanya menolak tuk mendengar seraya hendak beranjak pergi namun Silvanna dengan cepat menahannya.
"Dengarkanlah dulu!"
"Shireo!" Tolak (Name) cepat dengan nadanya yang naik satu oktaf, tatapannya begitu dingin ketika memandang Silvanna yang mencoba untuk berbicara dengannya.
"[Name], duduklah dan dengarkan ak─"
"Aku tidak mau mendengar apapun tentang orang itu!!" Sela (Name) penuh tekanan seraya mencoba melepaskan genggaman tangan Silvanna pada pergelangan tangannya.
Tetapi Dewi satu itu memiliki tenaga yang cukup kuat melebihi dirinya, sehingga ia pun gagal untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Silvanna.
"Lepas."
Silvanna menghela nafas kasar, gadis ini memang keras kepala jika itu sudah menyangkut sesuatu yang dibenci oleh gadis tersebut.
"Dengar, kau akan sangat menyesal jika tidak mendengarka─"
"Bulshit!" Dalam sekali hentakan pada akhirnya (Name) pun berhasil melepaskan diri dan setelahnya mencoba untuk kembali beranjak pergi dari sana.
"AYAHMU TIDAK PERNAH MENGKHIANATI IBUMU [NAME]!"
Srrk!
Dan tepat saat perkataan itu diteriakkan oleh Silvanna, kedua kaki (Name) pun seketika berhenti melangkah.
Dia tercekat di tempat membuat Silvanna lantas kembali berkata. "Dia masih sangat mencintai ibumu, bahkan termasuk dirimu." Katanya lagi yang kali ini berhasil membuat si gadis berbalik cepat ke arahnya dengan ekspresi kemarahan yang kentara sekali terlihat pada wajahnya.
Wusssh!
Grep!
BRAK!!
Silvanna sontak terkesiap tatkala (Name) dengan sangat cepat telah berhasil mencengkram lehernya hingga dirinya pun terdorong ke belakang dan menabrak dinding taman dengan kencang.
"Jangan berbicara seenaknya, kau tak tahu apapun tentangku." Ucap (Name) dingin, semakin erat mencekik leher Silvanna yang kakinya sedikit terangkat dari tanahnya berpijak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasía⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
