Masa lalu Yoon [Name]
Bab Pertama
"Dia yang pernah mencintaiku."
"Bertemu denganmu adalah anugerah terindah yang pernah aku miliki."
"Senyummu semanis gula, karena itu aku ingin selalu merasakannya."
➷➹➷➹➷➹➷➹➷➹➷➹➷➹➷➹
Hari ini adalah ulang tahun Yoon [Name] yang ke 13 tahun namun tak seperti anak lainnya gadis itu tak merayakan hari kelahirannya.
Bukan karena dia tidak ingin, tetapi karena keadaan keluarganya-lah yang memaksanya untuk mengerti. Bahwa hari spesial seperti itu bukanlah sesuatu yang harus selalu dirayakan setiap tanggalnya, meski [Name] sendiri tak pernah ingat kapan ulang tahunnya pernah benar-benar dirayakan.
Hanya sekedar kalimat "selamat ulang tahun" yang selalu dia dapatkan dari keluarganya, ataupun sebuah kado kecil untuk menyenangkan hatinya.
Karena itu bagi [Name] hari ulang tahunnya adalah hari yang begitu hampa dan sepi, tak ada teman yang datang untuk merayakan dan tak pula ada keluarga yang bisa meluangkan waktu untuk menemaninya.
Terbiasa sendiri sejak kecil membuat [Name] tak banyak mengeluh dengan keadaan, bibirnya sudah lelah meminta begitu pun dengan hatinya yang selalu berakhir dikecewakan.
"Bahkan Gayeon eonnie juga pergi."
Hatinya penuh dengan luka, matanya pun sudah lelah untuk mengeluarkan air mata, hidupnya terlalu menyedihkan untuk dikatakan sebagai orang yang sangat beruntung.
Orang-orang selalu berkata padanya bahwa dia adalah anak yang begitu beruntung yang bisa terlahir di dalam keluarga yang kaya raya, dia anak yang cantik dengan otak yang begitu cerdas, keluarganya penuh kasih dan permintaannya pun pasti akan selalu dituruti.
Omong kosong itu... Rasanya sudah terlalu sering [Name] dengarkan, hingga rasanya dia ingin sekali merobek mulut siapapun yang berani sekali mengatakan semua itu kepadanya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.
Ingin rasanya [Name] berteriak di depan mereka dan mengatakan kebenaran tentang kehidupan seperti apa yang selama ini dijalaninya, apa yang keluarga harmonis itu lakukan padanya, apa yang orang tuanya lakukan selama ini untuknya, dan betapa hancurnya dia ketika boneka yang susah payah dia buat selama 6 bulan lamanya di bakar begitu saja tepat di depan matanya.
Dan betapa kecewanya dia ketika satu-satunya sandaran yang dimiliki, pergi meninggalkannya tanpa tahu bahwa dia semakin hancur dengan kepergiannya.
Ibu dan ayah... Memang memiliki kasih dan cinta untuknya, namun mereka... Terlalu sibuk dengan dunia mereka dan juga... Merupakan orang dewasa yang sangat payah yang bahkan tak bisa melawan orang dewasa lainnya, ketika anaknya sendiri 'dihancurkan' oleh 'dia' yang menyebut dirinya sebagai neneknya.
"Hai!" Seorang anak laki-laki tiba-tiba datang menyapa membuat [Name] sontak terkesiap dari lamunannya.
Gadis itu lantas mendongak dan menatap si anak laki-laki bersurai hitam legam dengan netra kuning madu tengah berdiri di depannya yang terduduk di rerumputan yang ada di taman.
Saat ini dirinya memang sedang ada di taman kota tanpa seorang pun menemani, karena niatnya memang untuk menyendiri dan sekaligus memperhatikan anak-anak lainnya yang tengah bermain dengan gembira.
Itu hiburan tersendiri untuknya.
"...Siapa?" Butuh beberapa menit untuk [Name] mengajukan pertanyaan tersebut, tetapi sang bocah laki-laki hanya tersenyum seraya mendudukkan dirinya di samping sang gadis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasía⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
