⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll.
⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini.
Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
Bibir tebal Kaiden yang menempel lembut dibibirnya membuat (Name) menatap mata Kaiden yang tengah terpejam rapat, pria itu masih belum menggerakkan bibirnya dan membiarkan mereka berdua dalam posisi seperti itu selama beberapa detik seakan-akan dia tengah menunggu sesuatu.
Peka dengan keadaan (Name) pun memiringkan kepalanya sedikit seraya memagut bibir Kaiden dengan matanya yang turut terpejam.
Berciuman untuk kedua kalinya dengan suasana yang berbeda dari saat pertama kali mereka melakukannya.
Kaiden yang merasakan sang gadis telah mengizinkan pun dengan segera membalas panggutannya dengan satu tangan menyentuh pipi (Name), sedangkan sang gadis bergerak memeluk tubuh Kaiden dikala satu tangan pria itu yang lain menariknya mendekat untuk memperdalam ciuman mereka.
Ciuman yang awalnya lembut pun semakin dalam dari waktu ke waktu, lidah Kaiden mengetuk pelan bibir atas (Name) membuat sang empunya dengan segera membuka bibirnya, hingga benda tak bertulang itupun langsung menerobos masuk ke dalam.
Mengobrak-abrik seisi mulut sang gadis membuat (Name) seketika merasakan nafasnya terasa sesak.
Gila... Pria ini bukan main!
Benarkah orang ini belum pernah berpacaran? Jihoon saja dulu tak seagresif ini ketika mereka berdua berciuman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Berniat untuk menjauhkan diri disaat dia mulai merasa kehabisan nafas, namun sang pria tak membiarkannya dan kembali memagut bibirnya dengan gila.
'Pria ini...' (Name) mencengkram lengan Kaiden untuk melampiaskan kekesalannya karena pria itu tak mengindahkan dirinya yang butuh istirahat walau sejenak.
Sreeet!
Dengan mudah tubuh si gadis pun diangkat oleh Kaiden dengan satu tangannya saja, seraya melangkah menuju kasur tanpa melepaskan panggutan di antara keduanya.
(Name) yang tersentak kaget akan gerakan tiba-tiba dari Kaiden pun dengan cepat melingkarkan kedua kakinya ditubuh pria tersebut agar tidak jatuh.
Duduk di pinggir kasur dan membawa (Name) untuk duduk di atas pangkuannya dengan posisi menghadap dirinya sepenuhnya.
Satu tangan Kaiden melingkar erat di pinggang si gadis, sedangkan satunya lagi menekan tengkuk leher (Name) untuk memperdalam ciuman keduanya.
(Name) sendiri mulai melingkarkan kedua tangannya dileher Kaiden seraya sesekali jemarinya bergerak mengusap surai hitam sang pria yang terasa lembut ditangannya.
Ciuman mereka pun semakin memanas hingga kemudian Kaiden melepaskan panggutannya, dikala si gadis memukul pelan dadanya. Benar-benar memintanya untuk berhenti kali ini, sebab sudah tak lagi sanggup untuk terus melanjutkannya.