⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll.
⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini.
Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
Lima hari kemudian hari pertandingan Jiwoo dan Jisuk pun akhirnya tiba.
Jiwoo keluar rumah bersama dengan Kaiden disisinya dan dari sebrang sana (Name) pun juga turut keluar dan kemudian menghampiri keduanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
<Pakaian (Name)>
"Akhirnya hari ini datang juga." Ucap Jiwoo sambil menghela nafas dengan gugup.
"Tak usah gugup." Sahut Kaiden. "Kau bukannya akan bertarung sampai mati, lagi pula Inhyuk yang akan memimpin jalannya pertarungan. Jadi takkan ada yang terluka parah." Lanjutnya.
"Benar, jadi kau tidak terlalu khawatir." Timpal (Name) sambil mengusak surai cream Jiwoo yang berdiri di sampingnya.
Note: Disini Jiwoo tingginya hanya sepundak (Name).
Ckittt!
Sebuah mobil pun berhenti disana lalu keluarlah sang pemilik mobil yang tak lain adalah Inhyuk.
"Jiwoo, sepertinya kau sudah siap."
"Iya."
"Oh (Name), anda disini juga?" Ucap Inhyuk kala menyadari keberadaan gadis bermanik heterocromia itu disana.
(Name) tersenyum. "Halo ahjussi, kita bertemu lagi." Sapanya ramah, di chapter sebelumnya memang keduanya tak bertemu karena dirinya yang cukup lama berada di dalam toilet. Hingga akhirnya Inhyuk benar-benar pergi dari rumah Jiwoo.
"Eh? Kalian saling mengenal?" Kaget Jiwoo saat melihat keakraban keduanya.
"Yah begitulah." Sahut (Name) singkat, terlalu malas untuk menjelaskan bagaimana mereka bisa saling mengenal. "Ngomong-ngomong ahjussi, jangan terlalu formal begitu." Katanya pada pria tersebut.
"Bolehkah?"
(Name) mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu apa kau akan ikut (Name)?" Tanya Inhyuk yang kembali di jawab anggukan oleh gadis itu, lantas Inhyuk pun mengangguk mengerti seraya mengalihkan tatapannya pada Kaiden.
"Kucing itu...?" Jeda Inhyuk saat melihat Kaiden menatapnya dengan tajam dan penuh permusuhan.
"Oh! Aku akan membawanya juga, apa tidak boleh?"
"Bukannya tidak boleh..." Kata Inhyuk agak ragu untuk mengatakannya.