Dr. Delein pun jatuh terduduk usai terserang kekuatan Kaiden yang sungguh dasyat, tubuhnya pun kini penuh luka seperti terbakar oleh api membuat Wooin terkejut melihat kondisi sang guru sekarang ini.
"Guru...?"
"Wah wah? Masih hidup ternyata."
"Ughh..."
"Apa aku tak cukup banyak mengerahkan kekuatanku?" Kata Kaiden bersiap untuk kembali menyerang membuat Wooin seketika tersentak mendengarnya.
"Kalau begitu, kali ini kau akan benar-benar kulenyapkan!"
Zraaat!
"Hm?"
"Siapa kau?" Tanya Kaiden kala Wooin tiba-tiba saja berdiri di depan Dr. Delein untuk melindungi.
"..."
'Kaiden Break, salah satu yang terkuat dari para awakened. Dia sering melenyapkan siapapun yang menghalanginya dengan kejam, dan karena dia adalah seseorang yang sulit untuk dihentikan dia pun mendapat julukan Break.'
'Jadi Kaiden dan Jiwoo saling mengenal?' Batin Wooin dengan ekspresi cemas.
"Hei! Kenapa kau menatapku terus begitu? Katakan sesuatu!" Tegur Kaiden saat Wooin terus-terusan menatapnya dalam diam membuat ia tentu saja merasa risih.
"Oh... Maaf."
"Tolong biarkan guru saya hidup, saya mohon..." Pinta Wooin yang membuat Kaiden lantas mengernyit tak mengerti.
"Orang di belakangmu itu adalah gurumu?" Tanyanya yang dibalas anggukan oleh Wooin.
"Aku heran melihatmu menghalangiku, padahal tadi orang itu menghajarmu mati-matian."
"Ya, saya juga tak tahu kalau anda dan Jiwoo saling mengenal."
"Tentu saja kau takkan tahu, tapi sayangnya aku kenal bocah ini dan gurumu sudah bertindak melewati batas." Balas Kaiden membuat Wooin semakin berkeringat dingin.
Tatapan Kaiden pun menajam. "Minggirlah kalau kau tak mau mati dengannya!"
"..."
"Wooin... Ming...girlah.."
"Guru?!"
"Uhuk... Minggir." Kata Dr. Delein lagi dengan suara pelan.
"Ah baiklah, tetaplah disana kalau kalian mau mati bersama. Aku tak keberatan." Ucap Kaiden seraya mengangkat tangannya, bersiap untuk kembali melontarkan serangan sebelum─
"Tuan Kaiden."
─Jiwoo tiba-tiba saja menyela.
"?"
"Kurasa itu sudah cukup." Ucap Jiwoo yang masih memeluk (Name) yang tampaknya merasa sangat nyaman hingga tak bersuara sejak tadi.
"Apa? Cukup?"
"Kau bahkan tidak marah karena sudah dihajar habis-habisan? Tepatnya malah bukan marah, apa kau bahkan tahu apa yang sedang terjadi? Kalau aku tak datang, kau sudah mati olehnya."
"..."
"Aku sudah memperingatimu kan? Dunia ini berbeda dengan kehidupanmu. Para awakened dengan gampangnya saling bermusuhan kalau mereka ada masalah."
Jiwoo pun diam menatap Kaiden sebelum kemudian menunduk dan kembali berbicara. "Aku sadar tindakanku konyol, tapi aku tak mau kau membunuh seseorang karena diriku." Ucapnya yang membuat Kaiden sontak terkejut.
'Fufu pasti sekarang Kaiden terharu tuh.' Batin (Name) yang diam mendengarkan pembicaraan kedua orang tampan tersebut.
"Apa kau paham, demi siapa aku melakukan semua ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
