Chapter 60 : (Name) Mabuk

1.7K 184 7
                                        

Pagi pun telah tiba dan (Name) yang sudah terbangun pun bergegas kembali ke rumahnya sendiri dengan menggunakan teleportasi.

Bayang-bayang adegan ciuman antara dirinya dan Kaiden masih suka berseliweran dikepalanya, hingga membuatnya jadi tak berani untuk berhadapan langsung dengan Kaiden di saat adegan manis itu saja baru terjadi kemarin malam.

Meski ciuman itu Kaiden yang memulai, namun nyatanya dirinyalah yang lebih dulu bergerak memagut bibir pria tersebut.

Dia memang gila, (Name) tahu itu.

Namun karena sudah terlanjur memberikan lampu hijau, maka munafik namanya jika dia berkata tidak suka.

Usai mandi dan sarapan (Name) pun segera melangkah keluar dari kediamannya, mulai hari ini dirinya akan berangkat sendiri ke sekolah. Sebab Jiwoo yang pastinya sedang melakukan pelatihan untuk pertandingan antara dia dan Jurion yang akan terjadi satu bulan lagi.

Seraya melangkah menuju sekolah (Name) pun meraih sebuah permen dari saku seragam sekolahnya yang dirinya bawa langsung dari rumah.

Sedangkan di depan sana terlihatlah seorang wanita bersurai hitam dengan dua iris amber yang tampak indah tengah berjalan dari arah yang berlawanan dengan (Name).

Kedua perempuan cantik ini pun akhirnya saling melirik ketika mereka berdua saling melewati satu-sama lain.

"Selamat pagi, Yoon [Name]." Sapa si wanita dengan senyuman ramahnya seraya tetap melangkah pergi melewati (Name).

"Ah, iya selamat pagi." Sahut sang empunya tanpa sadar sambil turut tetap melangkah sebelum di detik berikutnya dia terdiam dan berhenti berjalan.

"Tunggu,"

"Apa?!" (Name) pun menoleh cepat dikala baru menyadari bahwa wanita tadi menyapa dirinya dengan nama 'Yoon [Name]'─sebuah nama yang hanya dirinya seorang yang tahu.

Namun ketika dia berbalik wanita tadi sudah tak lagi ada disana, sosoknya menghilang dengan begitu cepat. Seolah-olah wanita cantik yang baru saja dirinya lihat barusan hanyalah sekedar ilusinya semata.

"Apa aku... Salah lihat?"

Meski sudah menelusuri ke jalan yang sama dimana arah perginya wanita tadi, namun (Name) tak juga menemukan apapun.

Terdiam sejenak sebelum kemudian (Name) memutuskan untuk segera beranjak pergi dari sana, sebab baru teringat jam sekolah sebentar lagi akan dimulai.

Usai kepergian (Name) sesosok wanita yang dicari olehnya tadi pun kini muncul dari tempat terakhir kali (Name) berada.

Senyuman lembut pun terbit dibibir merah delimanya dengan seekor kupu-kupu bercahaya yang bertengger manis di pundak kirinya.

"Kita akan segera bertemu," Menatap ke arah kepergian (Name) sebelum kemudian mendongak menatap langit cerah di atas sana. "Sebentar lagi." Lanjutnya seraya berbalik pergi dengan tubuhnya yang perlahan berubah menjadi serpihan cahaya berbentuk kupu-kupu yang langsung bertebaran di udara sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari sana.

😼😼😼

Sepulang sekolah (Name) kini tengah berjalan bersama dengan Wooin disampingnya, sedangkan Jisuk dan Subin sudah pulang lebih dulu sebab katanya mereka ada urusan di organisasi mereka masing-masing.

Berjalan bersisian dengan (Name) yang bersenandung pelan, lalu Wooin yang mendengarkan dalam diam seraya matanya melirik pada tangannya dan tangan (Name) yang nyaris saling bersentuhan di bawah sana.

Terdiam beberapa detik sebelum kemudian Wooin hendak meraih tangan si gadis untuk di genggamnya, namun karena gerakannya yang terlalu kaku dan begitu ragu-ragu membuatnya jadi tak kunjung bisa menggenggam tangan (Name).

Eleceed X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang