"Eomma," Panggil sang gadis kecil pada sang ibu yang tengah merapikan rambutnya pagi ini.
"Ya?" Sang ibu menyahut lembut dengan tangan yang fokus mengepangkan rambut sang gadis kecil.
"Kapan kita akan menghabiskan waktu bersama lagi dengan appa?"
Gerakan tangan sang ibu terhenti sesaat dikala pertanyaan itu dirinya dapatkan. "Nanti ya sayang, appa sedang sangat sibuk saat ini. Jadi belum boleh di ganggu, mengerti?" Balasnya sambil menatap si kecil ketika rambutnya telah usai dirapikan.
"Begitu... Aku mengerti."
Sang ibu tersenyum. "Anak pintar." Pujinya sambil mengusap puncak kepala si kecil yang tengah menunduk menatap boneka kelinci ditangannya.
"Kalau begitu, bagaimana dengan eomma?"
"Hm?"
Si kecil mendongak dan menatap kembali sang ibu yang sepertinya tak mendengar jelas perkataannya. "Apa eomma juga tidak bisa menemaniku hari ini? Apa eomma akan pergi lagi dan meninggalkanku disini? Apa eomma akan kembali membatalkan janji kita seperti waktu itu?" Tanyanya beruntun dengan ekspresi yang tak lagi ceria membuat sang ibu sontak terkesiap di tempatnya.
"E-eomma..."
Melihat sang ibu terlihat kesulitan untuk menjawabnya lantas membuat si kecil terkekeh namun matanya menyorot dengan sendu.
Beranjak dari kasur dia pun hendak melangkah pergi, "Nak?" tapi suara sang ibu segera menghentikannya.
Menoleh dia pun berucap. "Eomma tidak perlu memaksakan diri untuk menjawab pertanyaanku, karena aku selalu tahu apa jawabannya hanya dengan melihat wajah eomma." Ujarnya tersenyum kecil seraya berbalik dan meraih gagang pintu kamarnya.
"S-sayang─
"Setelah ini aku tidak perlu janji apapun lagi."
"Karena selama apapun aku menunggu, kalian akan selalu berakhir mengingkarinya."
_o0o_
"Kaiden, ada urusan apa kau datang ke tempat ini?" Tanya Han Seongik yang menarik kembali atensi kedua remaja di belakang Kaiden.
"Kaiden?!"
"Orang itu... Kaiden?!"
"Kenapa dia ada disini?"
'Jadi benar ya, jejak kekuatan yang aku rasakan sebelumnya adalah milik Kaiden?' Batin Inhyuk yang tak sadar (Name) sudah menghilang dari gendongannya.
"Sudah kuduga... Ternyata kau Kaiden, tak salah lagi. Tidak ada yang bisa mengeluarkan kekuatan seperti itu selain kau."
"Tapi, apa maksudmu tiba-tiba menyerangku?! Aku tidak punya hubungan apapun denganmu─
"Omong kosong, seharusnya aku yang mengucapkan kalimat itu." Sela Kaiden.
"Kau yang menindas mereka lebih dulu, kau sudah menindas kedua muridku."
"Apa maksudnya? Aku menindas kedua murid─?!" Kaget Kang Doosik saat menyadari maksud dari perkataan Kaiden tadi.
'Jangan-jangan...'
Para guru dan Han Seongik pun melihat pada (Name) dan Jiwoo yang ada di belakang Kaiden, kedua remaja itu tengah saling menyandarkan diri ke satu sama lain.
'Eh sejak kapan (Name) ada disana?'
"(Name) dan Jiwoo... Adalah muridmu?"
"Ya, belum lama ini aku menerima mereka sebagai muridku. Dan orang itu sudah menyakiti kedua muridku,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
