⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll.
⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini.
Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
Usai hiks dipukul sama Silvanna saya pun hiks dengan hik─
"Yang benar ngomongnya bodoh!"
Hik! Baik, baik!
Setelah sebelumnya saya sempat menjahili wanita cantik itu kini dengan hati yang tulus saya pun membuat Silvanna akhirnya dapat menemukan [Name] yang sedang nongkrong di atas air terjun bersama dengan seekor ikan dugong di sampingnya.
Mana tuh dugong pakai wig dari rumput laut lagi! Awokawokawok! Ngakak sampai ngik-ngik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagaimana dia bisa ada di atas sana? Dan kenapa bisa ada air terjun disini? Lalu kenapa ada dugong?"
Nggak tahu, nggak dengar, nggak lihat. Cari tahu aja sendiri sana, hmph! ( ̄ヘ ̄)
Silvanna mendelik namun tak urung segera menerbangkan dirinya dan mendarat mulus di samping [Name] yang sedang merokok dengan menggunakan tebu tak lupa gayanya yang sudah seperti orang yang habis mabuk kecubung.
"Oi anak perawan," Panggilnya sambil mendudukkan diri di dekat si ikan dugong yang sedang santai menikmati pemandangan alam di sekitarnya dan sesekali kepala dugong itu bergerak untuk mengibaskan rambut rumput lautnya hingga mengenai wajah cantik Silvanna.
"Itu bisa nggak, jangan di tebalin gitu font-nya?"
Nggak.
"Oh, oke."
[Name] yang di panggil anak perawan oleh Silvanna pun hanya berdehem sebagai tanggapan, masih asik menghirup tebu di tangannya yang tengah cosplay menjadi sebatang rokok.
"Sudah tenang?" Tanya Silvanna sambil menendang si dugong hingga hewan itu langsung nyebur ke air terjun, sudah muak terkena rambut rumput laut si dugong yang basah dan membuatnya jengkel sedari tadi.
'Mampus, hahaha.'
Durhaka sama hewan, bagus sekali.
"Apanya?" Sahut [Name].
"Ya hatimulah."
"Kenapa memangnya hatiku?"
"...Kutabok juga kau pakai batu ini." Kesal Silvanna sambil membuat gestur seperti akan memukul dengan batu kecil di tangannya.
[Name] sontak cengegesan dan lekas membuang tebu di tangannya ke air terjun dan itu tepat sekali mengenai kepala si ikan dugong yang sedang mengapung di bawah sana.
Itu si ikan dugong, apes mula dah dari tadi wkwk.
"Sudah mendingan kok, tenang saja." Jawab [Name] dengan benar kali ini, seraya menatap langit biru di atas sana.
"Mempertimbangkan perkataanku sebelumnya, hm?" Tanya Silvanna kala melihat [Name] terdiam dengan ekspresi rumit, persis seperti orang yang sedang banyak pikiran.