Part ini telah diubah
Tak lama setelah kedatangan Kaiden rumah Jiwoo pun kembali didatangi oleh tamu tak terduga lainnya, yakni sang pemimpin Shinhwa--Yoo Jiyoung.
Jiwoo yang semula keluar untuk menyambut kedatangan Jiyoung pun kini sudah kembali masuk bersama dengan sosok pemimpin Shinhwa tersebut.
"Oh?"
"Jiyoung eonnie?" Yang lain tampak kaget akan kehadiran Jiyoung yang begitu tiba-tiba dan Jisuk sendiri tampaknya kaget melihat kehadiran sang kakak disana, tadinya dia hanya sekedar mengabarkan tentang kedatangan ibunya Jiwoo pada noona-nya itu. Namun tak di sangka Jiyoung benar-benar datang untuk berkunjung.
"Ah perkenalkan, itu ibuku." Jiwoo mulai mengenalkan Jiyoung pada ibunya─pun sebaliknya. "Eomma, ini kakaknya Jisuk."
"Selamat malam, nama saya Yoo Jiyoung."
Yujeong pun lantas bangkit dari duduknya untuk membalas sapaan Jiyoung tersebut. "Senang bertemu denganmu, saya ibunya Jiwoo." Ucapnya turut mengenalkan diri.
Ketiga orang itupun terlibat perbincangan yang mana isi percakapannya memuji Jiyoung yang tentu membuat sang empunya merasa malu mendengar dirinya dibicarakan dengan begitu baik oleh Jiwoo dan Yujeong.
Sedangkan yang lain tampak menatap ketiga orang itu dengan tatapan mereka masing-masing.
'Jiyoung eonnie memang sangat keren sih dan kemampuannya juga hebat. Di usia mudanya saja dia sudah menjadi seorang pemimpin organisasi.'
"Aku potong buah yang dibawa Jiyoung noona dulu ya."
"Biar eomma yang potong buahnya, kamu duduk saja."
Ibu dan anak itupun berlalu pergi ke dapur dan meninggalkan Jiyoung yang terdiam malu namun tak urung beranjak duduk di dekat sang adik.
"Jiyoung eonnie, tumben datang ke sini?" Celetuk (Name) yang sedang duduk di antara Jisuk dan Kaiden, meski matanya terarah pada Jiyoung di depan namun tangan kirinya tengah menggenggam tangan Kaiden.
Dan sesekali pria tersebut kedapatan mencium punggung tangan si bocah perempuan saat yang lain tengah menatap ke arah Jiyoung, namun pengecualian untuk si kucing putih yang terlihat menatap tajam tautan tangan kedua orang tersebut yang sempat-sempatnya bermesraan di depannya.
'Cih.'
"Aku mampir karena kebetulan sedang lewat di dekat sini."
"Noona ada di dekat sini saat aku bilang ibunya Jiwoo datang?" Jisuk menyahut dengan seringai tipis dibibirnya, tampak sedang mencoba cari mati. "Kebetulan sekali ya?"
Duagh!
"?!" (Name), Subin dan juga Wooin terlihat menatap kaget tatkala Jiyoung dengan cepat memukul Jisuk atas perkataan pemuda itu tadi yang berhasil memancing kekesalan Jiyoung.
"Eh? Leherku... Sepertinya patah, apa aku bakal mati?" Jisuk berucap lirih dengan posisi lehernya yang agak mutar ke samping setelah tadi dipukul oleh Jiyoung.
"Gwenchana?" (Name) bertanya dengan wajah yang terlihat menahan sakit, bukan karena melihat Jisuk tetapi karena jarinya yang digigit oleh pria di sebelahnya.
Menoleh garang pada Kaiden sembari menarik kembali tangannya dari genggaman pria itu yang tampak terkekeh dikala sang gadis melotot kesal ke arahnya.
"Fine." Jisuk menjawab yang membuat (Name) lantas kembali melihat ke arahnya setelah sempat mencubit pinggang Kaiden karena ulah nakal pria itu yang sengaja sekali menggigit jarinya hanya karena gemas dengan jemari tangan (Name) yang mungil sekali dimatanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
