Chapter 85 : Kaiden VS Bathor

288 45 15
                                        

Di rumah (Name).

Terlihat gadis dengan surai abu-abu keunguan itu tengah berada di basement rumahnya, bermeditasi untuk mengatur energi kekuatannya agar tidak menguap keluar dan menarik banyak perhatian yang tak diinginkan.

Aura biru kemerahan yang telah menyatu tampak berpendar di sekitar tubuhnya, surai kelabu dengan warna ungu dibeberapa helainya perlahan berubah menjadi putih keperakan.

Kekuatannya yang membesar kini mulai mengecil dan menjadi lebih terkendali.

Whooosh!

Sraaat!

Dengan refleks yang bagus dan insting yang tajam (Name) menggerakkan energinya keluar dan membentuk sebuah sulur tajam yang mengarah tepat ke leher orang yang baru saja datang ke tempatnya.

Kontan orang tersebut terhenyak di tempat dan melirik kaget ke arah serangan sang gadis yang nyaris menusuk lehernya kalau saja dia tak sigap membentengi dirinya dengan kekuatannya.

"Jangan muncul tiba-tiba begitu." (Name) menarik kembali serangannya dan beranjak berdiri dan menonaktifkan kekuatannya, surai kelabunya pun kembali ke semula seraya dia menoleh dan menatap datar Kaiden yang masih diam terpaku melihatnya.

(Name) pun mendekat, mengulurkan tangan dan menyentuh lembut pipi kiri Kaiden yang kini sudah dalam wujud manusianya.

"Hari ini kan?" Ia bertanya pelan, menatap tepat di kedua netra legam sang pria yang lantas membalas tatapannya seraya mengangguk. "Hm." Dia menjawab sambil menempatkan tangannya di punggung tangan gadisnya yang tengah berada dipipinya itu.

"Kembalilah dengan selamat." Ucap (Name) sambil membawa tangan satunya lagi untuk menyentuh pipi Kaiden. "Aku percaya padamu, Kai-ku pasti bisa mengalahkannya." Bisiknya kemudian dan beralih memeluk tubuh jangkung pria tersebut.

Kaiden pun terkekeh pelan, telinganya memerah samar kala mendengar ucapan gadis itu kepadanya. Lalu bergerak untuk membalas pelukan (Name) dan membenamkan wajahnya di ceruk leher sang gadis, menikmati aroma lavender yang tercium dari tubuh (Name) yang telah menjadi kesukaannya selama ini.

"Kenapa hari ini, kau bersikap manis sekali?" Kaiden nyeletuk tiba-tiba, memecahkan keheningan yang sempat melanda kala mereka berdua larut dalam pelukan yang hangat.

(Name) terdiam sejenak, memainkan pelan jemarinya yang tengah melingkar pas di pinggang Kaiden. "Entahlah... Mungkin, karena aku takut kau terluka." Jawabnya pelan dengan nada ragu yang menyertai di dalam kata-katanya.

Kaiden tersenyum, menguraikan pelukan dan menangkup kedua pipi sang gadis agar menatap tepat ke arahnya.

Diciumnya sebentar bibir merah itu sebelum kembali menatap wajah cantik tersebut yang memang memiliki gurat takut dan kegelisahan disana. "Seperti katamu tadi, kau bisa percaya padaku. Aku pasti akan membuat orang itu sadar akan tempatnya, datang kemari dengan bodohnya hanya akan membuatnya berakhir seperti dulu lagi." Ujarnya sambil menyeringai yang membuat kadar ketampanannya pun semakin berlipat ganda.

(Name) memerah tipis, berdehem sekilas sebelum kemudian tersenyum dan mengangguk. "Aku mengerti."

Baru Kaiden akan mempertemukan lagi bibir mereka untuk yang kedua kalinya, tiba-tiba seseorang sudah lebih dulu menginterupsi kegiatannya.

"Ekhem."

Sontak keduanya tersentak dengan (Name) yang langsung ditarik menjauh dari Kaiden yang kini menatap tajam kepada sosok putih yang tiba-tiba saja menyela dan datang tanpa diundang di tengah-tengah mereka.

"Kau!" Bagai kucing jantan yang kala betinanya direbut oleh pejantan lain, Kaiden pun mendesis dengan amarah yang tertahan seraya menatap bengis lelaki dengan inisial namanya yang sama dengannya itu.

Eleceed X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang