Asap putih mengepul yang menutupi pandangan dan angin berhembus sangat kencang membuat rambut abu-abu (Name) berkibar kencang begitu pun dengan bulu si kucing oren.
Setelahnya listrik biru terlihat dan perlahan-lahan mulai memudar.
Crzzt
Crzzt
Criiit
Bruk! Jiwoo jatuh terduduk dengan nafasnya yang tersengal-sengal lantas (Name) pun mendekatinya.
“Kerja bagus.” Pujinya sambil mengusak surai cream Jiwoo membuat sang empunya lantas menatap (Name) yang kini berjongkok di sebelahnya.
“Hehe.” Cengirnya agak malu kala tangan (Name) masih mengusap rambutnya.
“Anak ini, jadi alasan dia sangat berani karena dia punya kekuatan khusus?” Kata Kaiden yang sudah turun dari gendongan (Name).
Jiwoo pun hanya cengengesan seraya menatap ke arah kucing abu-abu yang sudah tepar tak berdaya. “Dia tidak mati kan?” Tanyanya khawatir.
“Iya, hanya pingsan.” Sahut Kaiden.
Ciiis
Pssshhh
Perlahan-lahan tubuh si kucing abu-abu mulai mengecil dan tampak seperti kucing normal lainnya sekarang.
“Dia...”
“Benar dia kucing itu!” Seru Jiwoo saat perkiraannya benar mengenai si kucing abu-abu.
“Hei, kita tidak bisa berlama-lama disini. Kita sudah menimbulkan kegaduhan, sebentar lagi pasti ada orang yang akan datang.” Ucap Kaiden mengingatkan.
“Ah iya!”
😼😼😼
Set!
Tap
Seorang pria berjas coklat tampak berdiri di atas bangunan tinggi sambil melihat pada sebuah alat pelacak ciptaannya, bentuknya seperti sebuah ponsel namun jelas itu bukanlah benda canggih yang sering di gunakan oleh manusia.
“Tidak bisa diketahui.”
“Kenapa lokasi sampel yang ditanam tak bisa di deteksi?”
“Padahal satu jam yang lalu lokasinya terdeteksi ada di sekitar sini... Apa alat ini rusak?” Herannya sambil menghela nafas dengan kasar.
“Kalau begitu hanya ada satu cara, membangkitkan sampel itu dengan kekuatanku.”
“Sial, padahal aku sengaja tidak menggunakan kekuatanku supaya tidak ketahuan oleh para pemburu.” Kesalnya sambil meremukkan alat di tangannya dengan sangat mudah.
Kretek
“Tidak ada pilihan lain─” Jedanya sambil menutup mata. “─aku tidak bisa membiarkan sampel percobaan yang mungkin saja berhasil itu.” Lanjutnya kemudian sambil membuka matanya kembali yang kini sudah dipenuhi oleh cahaya merah kelam.
“Dimana kau? Segera kembali padaku.” Ucapnya seraya menyebarkan energi kekuatannya demi untuk menemukan 'sampel' yang tengah dicarinya.
😼😼😼
Rumah Jiwoo
Terlihat Jiwoo yang baru selesai mengobati luka yang dialami si kucing abu-abu.
“Fyuh~ Aku sudah berusaha semampuku untuk mengobatinya. Apa dia akan baik-baik saja?” Kata Jiwoo khawatir.
“Iya, dia pingsan karena benturan keras. Tapi dia akan baik-baik saja.” Sahut Kaiden yang sedang anteng di atas sofa dan (Name) duduk di sampingnya sambil menyandar dengan mata yang terpejam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasía⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
