⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll.
⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini.
Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
[Name] duduk di tepi pantai─lagi, memandangi keindahan laut biru yang menghantarkan rasa tentram nan sejuk kepadanya.
Menyendiri lagi disana karena Silvanna yang kembali pergi entah kemana, wanita itu sudah seperti Jelangkung--datang tak dijemput, pulang tak diantar.
"Melepasnya..." Ia bergumam dengan sekelumit pertimbangan di kepala. "Apa aku bisa?"
Mudah bagi Silvanna berucap namun sulit untuk dilakukan olehnya, jika memang semudah itu maka sedari dulu dia sudah terlepas oleh belenggu masa lalu.
Meski kini salah satu belenggu sudah terlepas karena pertemuannya dengan kedua orang tuanya, namun belenggu lainnya masih mengikat dirinya dengan erat.
Belenggu cinta... Agak geli untuk dikata, namun begitulah adanya.
[Name] menatap pergelangan tangannya yang memiliki tato nama dari sang kekasih, mengusapnya dengan lembut dan hati yang mendadak gundah gulana.
Rasanya seperti ia akan kembali kehilangan sesuatu yang berharga.
Namun apakah itu?
Tap Tap Tap
Langkah seseorang terdengar dari belakang membuat [Name] yang mendengar lantas menolehkan kepala dan terkesiap tatkala netra beda warnanya bertemu pandang dengan sepasang netra kuning madu yang takkan pernah dia lupa siapa pemiliknya.
"J-jihoon...?"
Lim Jihoon, pemilik mata kuning madu itupun lantas tersenyum seraya menarik [Name] ke dalam dekapannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Name] terpaku, lidahnya menjadi kelu untuk berucap. Otaknya berusaha keras untuk memproses keadaan dan matanya tak kunjung berkedip guna memastikan siapa pemuda yang tengah memeluknya ini.
Benarkah dia adalah Jihoon?
Indera penciumannya menangkap aroma apel yang khas dari tubuh pemuda tersebut dan wangi itu takkan pernah bisa dirinya lupakan.
Pelukan hangat dari Jihoon yang selalu membuatnya merasa aman ketika bersamanya turut dirasakan dengan pemuda ini.
"Aku merindukanmu."
Dan suaranya... Bagaimana mungkin [Name] bisa lupa itu?
Pemuda ini... Dia adalah Jihoon-nya!
Sontak tangisnya pun seketika pecah saat itu juga membuat Jihoon dengan sigap mengusap sayang surainya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.