Chapter 84 : Baekdu

308 52 13
                                        

Aku memang sudah bisa masuk sekarang(alhamdulillah), tapi aku akan tetap pantau sampai ke depannya. Jika nggak ada masalah lagi, aku bakal tetap stay disini, kalau masalah loginnya kembali muncul, fiks memang udah saatnya pindah.

Sekian,

So...

Malamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malamnya.

Di rumah Jiwoo.

"Apa Kaiden akan baik-baik saja?" Jiwoo bertanya seraya menatap ruangan bawah tanah rumahnya, memecahkan keheningan di antara mereka.

Kartein yang sedang bermain dengan para kucing pun segera menyahut. "Kalau fisiknya tidak bermasalah, Kaiden tidak akan kalah. Tapi... Kondisinya sekarang sedang tidak bagus."

"Untuk saat ini, yang terbaik baginya adalah berkonsentrasi untuk mengumpulkan kekuatannya. Itulah alasan dia tidak keluar dari basement sama sekali." Sambung Kartein menjelaskan, Jiwoo yang mendengar pun hanya diam dengan wajah cemasnya yang tak kunjung pudar setelah kabar yang dibawakan oleh Sucheon sejak pagi itu.

(Name) yang tahu kegelisahan pemuda itupun lantas beranjak mendekatinya, meraih tangannya dan membawanya ke dalam dekapan. "Aku juga mencemaskannya, namun yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah mendukungnya dan berdoa agar semuanya baik-baik saja." Katanya pelan, mengusap lembut punggung Jiwoo yang kemudian membalas pelukannya.

Dibenamkannya wajahnya di pundak (Name), menikmati perhatian sang gadis yang sedikitnya membuat ia menjadi lebih tenang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dibenamkannya wajahnya di pundak (Name), menikmati perhatian sang gadis yang sedikitnya membuat ia menjadi lebih tenang.

(Name) tersenyum teduh, beralih mengusap surai cream Jiwoo dan kembali mengucapkan kalimat yang menenangkan. "Tak apa, selama kita bersama. Kita pasti bisa melakukannya, seperti yang selama ini kita lakukan." Bisiknya.

Jiwoo yang mendengar pun mengangguk pelan dan mengeratkan pelukannya.

"Terima kasih, (Name)."

✾✾✾

Baekdu

Bathor yang sedang nangkring di atas atap organisasi Baekdu bagai makhluk halus dari +62 pun terlihat begitu santai disana seraya angin berhembus dan menggoyangkan surai hijau atau birunya... Emm, hijau kebiruan? Atau biru kehijauan-Eh? Apa bedanya coba? Ya pokoknya gitulah.

Eleceed X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang