“Kau juga diam bocah!” Sentaknya kesal dan (Name) pun langsung memasang posisi duduk tegak dan mulut yang terkunci rapat tetapi sesekali dia diam-diam terkekeh saat Kaiden lengah.
“Oi siapa namamu?” Tanya Kaiden pada Jiwoo sambil menatap mengintimidasi sang pemuda polos tersebut.
“Y-ya?”
“Siapa namamu?” Ulang Kaiden mencoba bersabar tetapi Jiwoo malah tetap diam dan menatap takut dirinya.
Jelas membuat Kaiden kembali terpancing emosi, “APA KAU AKAN TERUS MEMBUATKU BERKATA DUA KALI HAH?!!” Bentaknya dengan nada yang benar-benar luar biasa kesal.
“Namaku S-seo─Seo Jiwoo!” Jawab Jiwoo cepat tak ingin membuat kucing di depannya semakin mengamuk.
“Dan kau bocah perempuan?” Kali ini Kaiden beralih pada (Name) yang sejak tadi penuh ketenangan dan itu membuat Kaiden merasa sedikit aneh atas sikapnya yang terlalu tenang berbeda dengan Jiwoo yang langsung panik saat dirinya berbicara.
‘Ya tidak peduli sih, asal dia tak ikut berisik juga.’ Batin Kaiden memilih tuk abai.
“Park (Name).” Jawab si gadis yang kemudian dengan perlahan mulai bergeser tempat kesisi Jiwoo dengan cara ngesot dan itu ia lakukan saat Kaiden beralih pada Jiwoo lagi untuk menyuruh─lebih tepatnya memerintah Jiwoo untuk mengambilkannya kursi.
Tapi Jiwoo yang masih memproses keadaan tentu kembali membuat sang Kaiden kesal.
“Sudah kubilang jangan buat aku berkata dua kali kan! Tidak ada pilihan lain! Dengan cakar ini aku akan─”
“BAIK!!” Sela Jiwoo yang langsung mengambilkan Kaiden kursi yang diinginkan kucing jadi-jadian tersebut.
Setelah mengambil kursinya Jiwoo pun duduk kembali ke tempatnya yang dimana sudah ada (Name) juga disana.
Kaiden pun lantas mendekati kursi tersebut dan mencoba menaikinya akan tetapi karena badan kucingnya yang terlalu gemuk iapun mengalami sedikit kesulitan.
“Ukh aneh sekali, kenapa aku merasa lelah hanya dengan menaiki kursi ini?” Ujar Kaiden menggerutu yang membuat (Name) terkekeh pelan mendengarnya apa lagi saat melihat badan gembul Kaiden yang bergoyang-goyang ketika kucing itu mencoba menaiki kursi.
‘Ppffftt lucunya!’
‘Lucu.’ Batin Jiwoo yang turut merasa gemas melihat Kaiden.
“Huh mungkin karena kondisiku sedang tidak baik.”
Hening sesaat.
“Hmm... Oh iya,”
“Heh kau ingat ini baik-baik. Kalau kau menyebarkan cerita tentangku, kau akan mati. Mengerti?” Kata Kaiden sambil menarik kerah pakaian Jiwoo dan mengancam pemuda itu dengan cakar kucingnya yang tajam.
“...Baik.” Balas Jiwoo patuh.
“Dan ini juga berlaku untukmu bocah!” Ucap Kaiden menunjuk pada (Name) dengan cakar kucingnya--lagi.
“Hish aku punya nama dasar kucing gendut.” Protes (Name) dengan suara yang sangat pelan di akhir kalimat, tak ingin sang Kaiden mendengar ucapan terakhirnya yang mungkin saja takkan berakhir baik untuknya.
Namun Kaiden abai dengan protesan (Name) barusan. “Cih keberadaanku terlalu cepat diketahui.” Gumam Kaiden masih dengan tangan kucingnya yang mencengkram kerah pakaian Jiwoo.
“Hm?”
“?” Perhatian Kaiden segera teralihkan ke arah cermin di belakang Jiwoo yang sedang menunjukkan pantulan kucing gendut berwarna oren dengan warna putih dibagian perut hingga batas mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
