Rumah Sakit Shinhwa
Sudah seminggu berlalu dan sosok gadis yang dinanti tak juga kunjung terbangun dari tidur panjangnya.
Setelah selesai operasi hari itu (Name) pun dipindahkan ke rumah sakit Shinhwa atas dasar perintah Jiyoung dan juga untuk menutupi bahwa (Name) seorang awakened yang lukanya pasti akan bisa cepat sembuh dengan sendirinya.
Operasinya memang berhasil dan tangan gadis itu yang patah pun sudah kembali keposisi normalnya, namun sang gadis tak juga terbangun padahal menurut dokter tidak ada luka yang terlalu serius pada kepalanya.
Sehingga hal itupun membuat orang-orang terdekat (Name) menjadi kebingungan mengapa gadis itu masih tertidur hingga sekarang.
Dokter yang merawat gadis itupun menyatakan bahwa (Name) mengalami koma dan dia tidak bisa memastikan kapan dan tepatnya (Name) akan tersadar.
Jelas kabar tersebut membuat mereka yang mendengar menjadi tidak tenang dan semakin cemas seiring waktu berjalan.
Seminggu bukanlah waktu yang sebentar, namun dengan sabar Kaiden dan yang lainnya menunggu gadis itu terbangun. Meski tak tahu kapan waktunya mereka akan dapat kembali melihat senyuman gadis itu yang sudah seminggu ini mereka rindukan.
Siang ini adalah giliran Jiwoo untuk menjenguk (Name) di rumah sakit, pemuda itu datang hanya seorang diri sebab yang lainnya masih memiliki kesibukan masing-masing.
Untuk kedua K, mereka berdua ada di rumah. Setelah tadi pagi selesai menjenguk dan mengajak bicara (Name), karena kata dokter itu bisa membantu pasien -yang kemungkinan masih bisa mendengar dari mimpi panjangnya- untuk segera tersadar dari komanya.
"Hai (Name)~ hari ini aku datang menjengukmu. Bagaimana harimu disini?" Sapa Jiwoo sambil melangkah masuk lalu kemudian duduk di kursi samping brangkar sang gadis yang sedang terlelap dalam tidur panjangnya.
"..." Jelas perkataan Jiwoo tak mendapat balasan apapun, namun pemuda itu hanya tersenyum dan meraih tangan (Name) untuk dia genggam.
"(Name)," Panggilnya pelan, memandang sendu gadis itu yang tak kunjung membuka matanya. "Aku dan yang lainnya sangat merindukanmu." Lanjutnya sambil mencium singkat punggung tangan (Name) dan kemudian dia bawa untuk menyentuh pipinya sendiri.
"(Name), kamu tahu? Hari ini aku dan Wooin─" Jiwoo pun mulai bercerita banyak hal kepada gadis itu, berharap bahwa (Name) akan mendengarnya dan segera terbangun dari komanya.
Waktu pun berlalu dan Jiwoo yang sudah cukup lama disana pun segera pamit untuk pulang, dia tak bisa menemani (Name) sepanjang waktu. Sebab dia harus giat berlatih untuk pertandingan antara dirinya dan Jurion yang sebentar lagi akan terjadi.
"(Name), aku pulang dulu. Kuharap kamu segera bangun sebelum pertandinganku nanti, aku ingin kamu ada disana melihat dan mendukungku." Pamitnya sembari mendekatkan wajahnya dan mencium lama kening (Name) dengan kedua telinganya yang terlihat memerah.
"Nah, sampai jumpa lagi."
Usai itu Jiwoo pun pergi dari kamar rawat (Name) meninggalkan sang dara seorang diri di ruangan tersebut.
😼😼😼
Malam harinya.
Masih di rumah sakit Shinhwa, terlihatlah seorang lelaki bersurai putih baru saja tiba di kamar rawat (Name).
Beranjak duduk di kursi samping brangkar (Name) pria itupun memandang diam sosok sang gadis yang bahkan dalam tidurnya saja masih terlihat cantik meski wajahnya tampak sedikit pucat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eleceed X Reader
Fantasy⚠️Ooc, reverse harem, kissing, fights, blood, obsession, mature. Dll. ⚠️MC bukan FL yang 'baik', sedikit dominan dan suka melakukan 'skinship'. Harap minggir jika tidak suka FL yang seperti ini. Memuat tema 'dark' berkedok romance, bijaklah dalam me...
