Chapter 73 : Memaafkan

330 52 1
                                        

Sekarang di tepi pantai bertambah lagi satu makhluk yang turut duduk bersama [Name] dan Sooyoung.

Ketiganya saling diam setelah sebelumnya [Name] dan Silvanna nyaris bertengkar layaknya dua ekor kucing betina, namun untungnya Sooyoung dapat mengendalikan situasi dan menjinakkan kedua perempuan beda usia tersebut yang kini duduk dengan wajah yang sama-sama tertekuk menahan kesal.

Bibir mereka bahkan maju beberapa senti layaknya bebek membuat Sooyoung yang duduk di tengah-tengah mereka diam-diam menahan tawa atas tingkah laku kekanak-kanakan keduanya yang tidak ingat di umur.

'Dasar anak-anak─'

"Aku lebih tua, asal kau tahu." Sahut Silvanna dikala mendengar isi hati Sooyoung dan tentunya ini langsung memecahkan keheningan di antara mereka.

"Kau tahu?" Kaget Sooyoung.

Silvanna mengangguk sedang [Name] terlihat meliriknya dengan seringai nakal segera tertampil dibibir gadis muda itu. "Ya deh yang lebih tua." Nyinyir [Name] dengan siriknya membuat Silvanna sontak menatapnya dengan perempatan imajiner di pelipis.

'Ah... Mereka mulai lagi.'

Sebelum perpecahan kembali berlanjut Sooyoung pun langsung segera menginterupsi dengan mengalihkan pembicaraan.

"Ngomong-ngomong kita mau apa lagi disini? Aku sudah selesai dengan tugasku." Ujarnya sambil menatap Silvanna.

"Ada─"

"Eomma mau pergi?" Sela [Name] memotong Silvanna yang baru akan menjawab pertanyaan Sooyoung.

Gadis itu tampak menatap Sooyoung dengan wajah gelisah yang tentunya membuat sang ibu pun mengelus kepalanya dengan sayang.

"Eomma hanya sebentar sayang, setelah selesai memberitahu semua hal yang ingin kamu ketahui. Eomma harus segera kembali, sebelum Silvanna terkena hukuman karena telah menyeret eomma kesini."

Silvanna kontan mendelik, belum saja sempat memprotes [Name] malah turut ikut merundungnya.

"Itu kan deritanya, biarkan saja dan eomma tetap disini ya? Jangan tinggalkan aku lagi. Kumohon..." Mohon [Name] dengan tatapan memelasnya yang buat Sooyoung pun seketika mencubit pipinya dengan gemas, sedangkan Silvanna yang terbully oleh kedua manusia─tepatnya satu manusia dan satu roh itupun hanya bisa mengusap dadanya seraya mencoba menyabarkan diri.

'Sabar, kata Yang Mulia orang yang sabar pantatnya lebar─Eh?'

"Maaf nak, meski eomma inginnya juga begitu. Namun─"

"Dia sudah mati, jika kau lupa." Potong Silvanna cepat sambil berdiri dari duduknya, menatap datar [Name] yang kini memandanginya dengan tatapan sengit. "Apa lihat-lihat?" Songongnya kemudian.

"Cih."

'Awokawokawok! Aku menang!'

"Apa yang tadi ingin kau katakan?" Tanya Sooyoung pada Silvanna, membuat Dewi satu itu lantas menoleh kembali ke arahnya setelah tadi terlihat cekikikan sendirian.

"Oh itu... Ada dua orang lagi yang harus [Name] temui."

[Name] mengernyit. "Siapa?" Tanyanya.

"Kamu nanya?"

"..."

"..."

"..."

Karena candaannya tidak lucu Silvanna pun lantas berdehem dengan semburat rona merah segera menghiasi kedua telinganya.

"Salah satunya adalah ayahmu."

😼😼😼

Seorang pria bersurai coklat dengan sepasang iris mata beda warna miliknya terlihat tengah berdiri di suatu tempat kosong yang seluruhnya di dominasi oleh warna putih.

Eleceed X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang