🌼 Lily
Rasanya, aku sedang malas sekali berkerja.
Mau cepat pulang.
Karena tubuhku lemas.
Kepalaku pusing.
Dan pandanganku serasa berkunang-kunang.
Semuanya jadi terlihat kabur.
Lalu kedua mataku jadi sulit sekali untuk dibuka.
"Ngantuk banget."
Aku mengerang kesal.
Memijat kedua bahuku, karena ingin mengurangi setiap rasa nyeri yang sedang menimpa sendi-sendiku.
"Gara-gara Cia ngajakin nontonin Oppa, nih. Emang, Cia Kampret!"
Ya ampun.
Informasi terbaru, Cia sungguhan sedang balas dendam padaku.
Semalam, Cia datang ke rumah dengan cengiran lebar, membawa setumpuk makanan enak, juga link Drama Korea terbaru. Katanya, rindu aku. Makanya Cia memutuskan ingin menginap dan me time edisi gadis manis bersamaku.
Jelas kuterima dengan sangat senang hati. Karena selain menemani, berdebat dan banyak ngemil bersama Cia juga bisa jadi obat untuk patah hati yang sedang kualami.
Kukira, semua itu bentuk solidaritas karena Cia sedang besar sekali rasa empatinya.
Tapi nyatanya, gila.
Itu bentuk balas dendam karena kemarin aku libur seharian, dan sengaja mengabaikan semua pesan yang Cia kirimkan.
Lagi-lagi, salahkan Kak Adrian. Karena aku bertemu dengannya, apalagi dengan adegan Kak Adrian yang mengantarku pulang, setelahnya aku langsung uring-uringan. Jadi deg-degan terus-terusan, soalnya aku makin pengin jadi istrinya Kak Adrian. Yang antara pengin terus berharap kalau Kak Adrian bisa sayang sama aku juga, tapi di satu sisi kaya langsung sadar buat melupakan. Pokoknya, kalau urusan Kak Adrian, jadi sulit banget buat dijabarkan.
Lalu gantinya hari ini.
Cia libur dan tak memberikan kabar.
Dan tega mengorbankan jam tidurku yang hari ini masih harus berkutat dengan tumpukan berkas dan hitungan rumit.
Memang, Cia kampret!
Ingatkan aku untuk memberikan balasan yang lebih kejam.
Kupastikan bahwa Cia bahkan tak bisa meminta pertolongan pada Alden.
Lihat saja.
"Ah! Matanya nggak bisa kebuka! Lengket banget!"
Aku merengek seperti bayi.
"Mau bobo."
Tapi saat kepalaku baru saja ingin kutundukan, tiba-tiba ada rasa dingin yang begitu mengejutkan.
"Aw!"
"Kalau ngantuk, jangan di sini. Takut diculik."
"Sejak kapan, Kak Adrian bisa muncul tiba-tiba kaya setan?"
Aku beneran kaget banget.
Karena buka mata, udah langsung ada yang ganteng banget di depan muka.
Ini kenyataan?
Apa aku yang keterusan halusinasi karena habis nonton para Oppa, jadi maunya pengin lihat yang ganteng-ganteng di dunia nyata?
Mataku normal?
Apalagi minus sekarang?
Kenapa aku lihat Kak Adrian senyum?
"Kalau mau ngomel, buka dulu matanya. Jangan merem lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dua Negara
ChickLit* Disarankan untuk membaca "Rasa Punya Nadira" dan "Nadira Beserta Bahagia Miliknya" terlebih dahulu supaya bisa lebih runtut ceritanya 😊 ***** Tipe istri idaman seorang Adrian adalah seorang gadis yang begitu taat pada agamanya, serta sangat bisa...
