Siap-siap ada yang manis-manis di sini 😍😍😍
*****
🍂 Dria
Aku akan menikah.
Dan calon istriku, Lily.
Karena gadis baik yang ku usahakan selama hampir lebih dari 1 tahun ini memang hanya Lily.
Jika ditanya bagaimana akhirnya bisa berhasil meyakinkan dan mendapatkan restu dari Om Hardy, aku juga tak tahu apa jawaban pastinya. Karena sampai saat ini, aku juga masih terus merasa takjub. Seperti masih tak menyangka, bahwa akhirnya, aku berhasil meluluhkan hati Om Hardy yang terkenal alot sekali persetujuannya.
Ingat ucapan mengejutkan Om Hardy ketika Mama sedang dirawat di Rumah Sakit?
"... kamu bisa datang ke rumah saya setelah Bu Betari pulang dari Rumah Sakit."
Dan aku jelas lekas melaksanakannya. Tak mungkin akan ku sia-siakan.
Setelah Mama sembuh, sudah pulang ke rumah, aku kira, Mama harus istirahat terlebih dahulu, supaya kondisi kesehatan Mama bisa semakin stabil. Tapi ternyata, tidak. Bukannya bersantai, Mama malah langsung memerintahkan semua orang untuk berkumpul. Menyiapkan banyak sekali hal, memesan berbagai macam bingkisan, meminta banyak rangkaian bunga begitu cantik, dan semangat sekali mengajakku untuk segera memilih perhiasan.
Cincin permata begitu indah yang kata Mama harus segera dipasangkan di jari manis Lily.
Saat itu, aku juga bersuka cita. Sangat. Ingin langsung percaya diri, bahwa aku akan segera menikahi Lily.
Tapi di satu sisi hatiku, ternyata, masih ada rasa cemas yang belum bisa hilang.
Karena mengenal Om Hardy ketika ingin mempersunting Lily, aku jadi tahu, bahwa aku tak boleh terlalu percaya diri. Sebab penilaian Om Hardy sungguhan sulit sekali. Dan setiap pertemuanku bersama Om Hardy selama ini benar-benar tak bisa langsung diprediksi.
Aku masih takut dengan berbagai macam kemungkinan yang bisa saja sangat menyakitkan.
Tapi Mama berucap lembut dengan senyum teduhnya, "Kalau kita ragu, bagaimana Allah akan mengabulkan? Doa itu akan dikabulkan, kalau kita yang berdoa yakin. Jadi, kalau kamu memang mau menikah dengan Lily, kamu harus yakin dulu, supaya Papanya Lily juga mau setuju. Oke?"
"Sekarang, ayo, yakin dulu. Nggak boleh takut. Jangan insecure. Harus percaya diri. Karena sekarang, kamu datang ke rumah Lily nggak akan sendirian. Tapi sama Mama."
"Jadi, kalau Papanya Lily masih galak, Mama juga bisa lebih cerewet lagi. Tenang aja."
Menggemaskan sekali memang Mama Betari.
Yang seakan lupa dengan semua rasa sakitnya, ajakan berkunjung ke rumah oleh Om Hardy langsung ditanggapi Mama dengan semangat yang sangat membara.
Jiwa Mama berapi-api seakan Mama masih sangat muda.
Yang melihat Mama begitu bahagia ingin segera bertemu dengan Lily, membuat keberanianku juga jadi bertambah.
Mama sudah begitu menyayangi Lily. Maka aku memang tak boleh menyerah untuk terus meyakinkan dan mengejar restu dari Om Hardy.
Yang singkat cerita, sungguhan jadi berita bahagia untukku, tiga kali bertandang ke kediaman keluarga Mahardika bersama Mama, setelah banyak bertukar cerita dengan keadaan hati yang lebih tenang, akhirnya, Om Hardy berucap setuju dan memberikan restu. Om Hardy mengizinkan aku untuk mempersunting putri bungsunya. Akhirnya, setelah banyaknya perjuangan yang tak mudah, aku berhasil mendapatkan restu dari Om Hardy untuk menikahi Lily.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dua Negara
ChickLit* Disarankan untuk membaca "Rasa Punya Nadira" dan "Nadira Beserta Bahagia Miliknya" terlebih dahulu supaya bisa lebih runtut ceritanya 😊 ***** Tipe istri idaman seorang Adrian adalah seorang gadis yang begitu taat pada agamanya, serta sangat bisa...
