Karena Nada Dina lagi super happy, langsung dikasih stok tambahan chapter panjang untuk hari ini 😁
Soalnya ada sesi piknik online bersama Nada Dina 😍😍😍
Jadi, siap-siap dibuat tambah kangen sama Kak Dria dan Lily 🤭
Jangan lupa, makin heboh lagi ya kumpulnya
Ayo vote dan coment sebanyak-banyaknya 😍😍😍
Karena kalau yang baca semangat kirim apresiasi, inspirasi yang nulis pasti juga bisa lebih lancar lagi
😍😍😍
Happy reading semua Pasukan Militan Nada Dina 😍😍😍
Semoga selalu suka 💕
*****
🍂 Dria
Dari jalanan padat dan langit pengap Jakarta yang seakan tak pernah kehabisan kesibukannya, kini aku sedang bergulat dengan semua kegundahanku di negara Singapura.
Melintasi udara sampai negara tetangga, karena aku tak mau lagi kehilangan cinta.
Karena kini aku jadi semakin percaya, bahwa manusia memang tak akan pernah bisa menakar takdir, tapi diwajibkan untuk selalu berusaha. Dan ini yang sedang kuperjuangkan sekarang, meyakinkan Lily, dan ingin menghentikan semua bentuk salah paham yang terus-menerus terjadi di antara kami berdua.
Memandangi jalanan Singapura yang terlihat ramai tapi tetap tertata, helaan napasku jadi panjang sekali saat menatapi sisi kursi di sampingku yang kosong tak ada siapa-siapa.
Aku masih sendirian. Karena Lily yang belum lelah ingin terus melakukan aksi kejar-kejaran.
Di dalam taksi, hatiku terus dilanda bimbang dan disiksa cemas tiada henti.
Apalagi saat mengingat permintaan tak terduga yang diucapkan oleh Lily.
"... jadi pacarku."
"Sehari aja."
"Biar setelah itu, aku bisa berusaha keras untuk lupa sama Kak Adrian."
Tahu apa yang kurasakan saat mendengar Lily berucap seperti itu?
Syok.
Sudah pasti.
Tapi di sisi lain seperti ada ego yang kembali menyerang perasaanku.
Karena kenapa kembali Lily yang menegaskan sebuah hubungan padaku?
Dan aku jelas makin tak mau menerima ketika Lily mengatakan ingin melupakan aku.
"Tapi maaf, aku nggak pernah mau pacaran."
"Karena itu jelas dosa."
"Tapi kalau kamu sudah siap menikah, ayo, jadi istriku."
Itu kesungguhan yang tak kusesali telah kuucapkan.
Karena aku benar-benar tak pernah mau bermain-main dengan sebuah hubungan.
Jika memang cinta, mau selalu bersama, maka jelas pernikahan yang jadi tujuannya.
Bukan pacaran yang malah bisa jadi ladang pelanggaran.
Saat menyampaikannya, aku kira, Lily akan bahagia, dan lekas memberikan jawaban iya, seperti apa yang dulu selalu Lily minta ketika gencar sekali mengungkapkan perasaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dua Negara
Romanzi rosa / ChickLit* Disarankan untuk membaca "Rasa Punya Nadira" dan "Nadira Beserta Bahagia Miliknya" terlebih dahulu supaya bisa lebih runtut ceritanya 😊 ***** Tipe istri idaman seorang Adrian adalah seorang gadis yang begitu taat pada agamanya, serta sangat bisa...
