WELCOME BACK GUYS
HAPPY READING
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hari - hari biasa yang dirasakan Anara, rasanya begitu sepi. Semenjak kepergian Nathan, tidak ada lagi kasus meninggal siswa siswi di sekolahnya.
Seolah memang tidak pernah ada, pelaku? Tidak ada! Kenapa tidak ada?
Pertama, orang yang dianggap pelaku seolah adalah hantu, tidak bisa dilihat dan diidentifikasi siapa. Seolah korban membunuh dirinya sendiri tanpa ada yang mendukung.
Pasti tersangkanya sangat mendorong korban dari segi mental korban. Sepertinya pelaku tahu betul dengan keadaan dan tekanan korbannya.
Al dan El, dua kembar yang tidak ikut campur ternyata ikut menyelidiki semua ini secara diam - diam. Mereka tidak bisa begitu saja lepas dengan keadaan lingkungan yang semakin lama semakin runyam.
Jika tidak memiliki hati nurani, mereka mungkin tidak akan peduli dengan keadaan yang menyesatkan ini.
CCTV seolah - olah tidak berguna disaat itu, membuat dua anak kembar itu hanya mendapatkan jalan buntu tanpa tahu jalan keluar dari kasus yang mereka gali. Tapi itu bukan jadi alasan kuat untuk berhenti dan menjadi orang yang buta dengan keadaan sekitar.
Sedangkan Anara, ia menatap kosong balkon kamarnya. Kenapa semuanya menjadi semakin aneh? Seolah - olah Anara memiliki musuh yang tidak terlihat, ada tapi tidak terlihat.
"Buat apa coba Anara ingat?" gumamnya sendiri.
Dari pada memusingkan dirinya dengan hal yang tidak pasti, lebih baik Anara masuk ke dalam kamarnya.
Memilih untuk membersihkan diri dulu, dengan harapan otaknya bisa lebih segar dan ringan. Semuanya terlalu berat untuknya dipikirkan, kecuali memikirkan pacar sih enggak berat buat Anara.
Okay, Anara mulai ngelantur
Di dalam kamar mandi, hanya satu yang ada di benak gadis mungil itu.
"Siapa?"
Rasanya tidak ada gunanya dirinya untuk berharap tentang rasa tenang. Nyatanya kerumitan ini semakin lama semakin runyam, gelap dan semakin menyesakkan.
Ada apa sebenarnya?
Karena merasa frustasi, gadis itu memilih untuk keluar dan merebahkan raganya di atas kasur empuk miliknya.
Rina? Nathan? Mereka penuh teka - teki untuk ia kulik lagi kematiannya. Rasanya semua ini begitu berat.
Meskipun image Anara tergolong hanya tahu bermain, tertawa dan belajar sehingga membuat semua sudut pandang orang lain melihatnya seperti orang polos yang tidak tahu akan peliknya hidup.
Itu memang benar! Hanya saja, siapa yang akan mengabaikan keadaan lingkungan semakin hari semakin gelap? Anara adalah remaja berumur 16 tahun yang tentunya adalah manusia dengan memiliki kadar peka.
Dia tahu dimana berada, dimana ia berpijak dan dimana ia hidup sekarang. Tidak ada alasan baginya untuk tidak selalu bertingkah blak - blakkan, dan bisa saja lebih dari itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana Or Anara
Genç Kurgu(FOLLOW DULU!!) Kecelakaan yang dialami oleh Ana malah membuatnya masuk ke dalam tubuh seorang gadis. Yang di mana gadis itu adalah anak bungsu dari seorang Duda kaya raya yang memiliki empat anak. "Demi apa Ana punya Daddy Duda? Pasti kaya, yeey...
