HAPPY READING
GUYS 😍
Malam ini terasa tenang. Anara menatap pemandangan indah dari balkon kamarnya.
Di bawah sana, ada taman yang cukup luas dengan ayunan besi yang berada di bawah pohon.
"Baru tau kalo Anara punya stlaker," gumam nya.
Bagaimana tidak, bayangkan gadis itu melihat siluet orang yang berada di belakang pohon dekat ayunan itu. Atau itu adalah hantu? Membayangkan nya membuat Anara bergidik ngeri.
Tapi jika diperhatikan, dia bukan hantu yang dia pikirkan, tapi stalker. Waah, benar-benar Anara yang asli memiliki banyak fans, bahkan sampai dikuntit seperti ini? Benar-benar menyeramkan.
Siluet yang sepertinya sadar jika Anara mengetahui keberadaan nya. Siluet itu langsung kabur dari sana.
"Benar-benar pengutit tidak profesional."
Anara tersentak, dia melihat Xavier, berdiri di sampingnya dan parahnya lagi, dia berbicara padanya?
"Daddy duda tau?" Tanya Anara sambil menoleh ke arah sang Daddy Duda.
Xavier tidak menjawab, dan hal itu membuat Anara mendengus kasar. Tapi dia baru sadar, tumben sekali pria paruh baya ini masuk ke kamarnya dan mau ber basa-basi dengannya.
"Maaf!"
Xavier melirik dengan alis dinaikkan, dia seolah bertanya dengan kata maaf yang keluar dari mulut Anara.
"Maaf, maaf karena Anara lahir," ujarnya sambil menatap ke depan tanpa menatap ke arah Xavier.
Pria itu terdiam. Dirinya cukup terkejut dengan perkataan gadis itu. Kepalanya menganggukkan kepalanya dengan ragu.
"Jadi Anara dimaafin?" Tanya nya sambil menatap ke arah sang Daddy.
"Iya," jawab Xavier yang dibalas senyuman manis dari Anara.
"Maaf juga buat Daddy repot dengan semua masalah Anara di sekolah. Anara bakal bawa piala juara untuk kenaikkan kelas semester ini, Anara janji, gimana?"
"Bawa saja," ujar Xavier yang dibalas tatapan penuh tanda tanya.
Perkataan pria paruh baya seolah tidak peduli. Anara benar-benar bingung, bagaimana bisa dia memiliki orang tua yang kaku dan acuh ini? Benar-benar menjengkelkan.
"Mau baikan, Daddy duda?" Tanya Anara.
"Anara mau hubungan ini diperbaiki, Anara iri tau pas liat banyak orang tua yang mau-mau aja disuruh ke sekolah karena kasus mereka," ceritanya seolah mengeluarkan semua unek-unek Anara yang asli.
"Anara capek loh, masa nggak mau dibantu? Anara udah lelah-lelah belajar biar Daddy Duda mau lirik Anara, seenggaknya kasih semangat kek," cerocosnya.
"Owh iya? Jika sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan 75km/ jam, jika dinyatakan dalam satuan internasional (SI) maka kecepatan sepeda motor itu berapa?"
"Hah?" Kaget Anara yang tiba-tiba saja diberi soal oleh Xavier. Benar-benar mengejutkan sekali.
"20 m/s," jawab Anara pasti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana Or Anara
Fiksi Remaja(FOLLOW DULU!!) Kecelakaan yang dialami oleh Ana malah membuatnya masuk ke dalam tubuh seorang gadis. Yang di mana gadis itu adalah anak bungsu dari seorang Duda kaya raya yang memiliki empat anak. "Demi apa Ana punya Daddy Duda? Pasti kaya, yeey...
