Sebenarnya, Lee Donghyuck berniat ingin mengusir si orang aneh yang tadi pagi sempat memberikannya surat. Namun, Donghyuck jadi tidak tega melakukannya ketika melihat wajah tanpa ekspresi si laki-laki aneh itu, wajah tanpa ekspresi yang bagi Donghyuck terlihat seperti memelas.
Maka dari itu, Lee Donghyuck membiarkan si laki-laki tadi masuk ke dalam rumah mungilnya yang masih meninggalkan serpihan botol kaca bekas semalam. Donghyuck tidak peduli ketika tatapan laki-laki itu tertuju pada pecahan botol kaca tersebut. Dia juga tidak mempersilakan laki-laki itu duduk karena suasana hatinya sedang tidak bagus hanya untuk beramah tamah.
"Jadi, kau tidak ingin menjelaskan apa pun kepadaku? Setelah aku mempersilakan kau masuk ke dalam rumah kecilku ini?" ucap Donghyuck sedikit menggerutu karena laki-laki aneh itu malah diam saja seperti patung di dekat pintu.
"Ah, benar. Maaf saya lupa memperkenalkan diri. Saya adalah Staff 1810 dari Miracle Company, sebuah perusahaan yang menawarkan jasa unik dan salah satunya adalah mengirim surat ke masa lalu" jelas laki-laki yang memperkenalkan dirinya sebagai Staff 1810 itu.
1810? Apakah di masa depan orang-orang menggunakan angka sebagai nama? - Donghyuck pun membatin bingung di dalam hatinya.
"Dan diri tuan di sebelas tahun kemudian, menggunakan jasa dari perusahaan kami, yaitu mengirim surat ke masa lalu. Dia memutuskan untuk mengirim surat kepada dirinya di usia 16 tahun" jelas staff tersebut lalu kembali menyerahkan amplop putih itu kepada Donghyuck yang menerimanya dengan menatap curiga si laki-laki bernama aneh itu.
Lee Donghyuck menatap lekat amplop putih yang berisikan surat dari dirinya di masa depan. Donghyuck jadi penasaran, apa yang ditulis di dalam sana. Apakah ada sesuatu sampai-sampai dirinya di masa depan mengirim surat ke masa ini?
Apakah hidupnya tidak seindah yang ia pikirkan?
Donghyuck berdehem sehingga pandangan mata si staff yang tadi tertuju ke pecahan botol kaca beralih ke arah Donghyuck.
"Kenapa tidak Lee Donghyuck itu sendiri saja yang ke masa lalu? Kenapa harus mengirim surat?" tanya Donghyuck bingung.
Kalau memang ada mesin waktu, kenapa juga harus repot-repot mengirim surat seperti kantor pos. Padahal, di masa ini pun, orang-orang jarang sekali menggunakan jasa kantor pos untuk mengirim surat. Sekarang sudah ada ponsel atau pun e-mail untuk mengirim pesan, tetapi perusahaan si laki-laki aneh ini malah menggunakan surat.
"Hanya orang tertentu yang bisa kembali ke masa lalu dan perusahaan kami belum memiliki mesin yang canggih untuk ke masa depan. Jadi, orang-orang yang datang ke masa lalu hanya terbatas dan orang-orang terpilih saja yang bisa. Jika menggunakan e-mail dari pada surat, bukankah nanti orang-orang mengira isi pesan itu adalah spam? Pada akhirnya, pesan dari masa depan itu akan terhapus dan tidak sempat dibaca oleh si penerima pesan" jelas Staff 1810 yang sudah hafal di luar kepala mengenai konsep perusahaan tempat ia bekerja.
Mau bagaimana pun, dia sudah banyak menghadapi manusia skeptis seperti Lee Donghyuck.
"Bahkan sepucuk surat pun, masih banyak yang kurang percaya, apa lagi menggunakan e-mail bukan? Anda pun, bereaksi demikian, sampai anda berpikir saya adalah orang mabuk."
Donghyuck tersedak ludahnya sendiri ketika staff itu mengucapkan kalimat tersebut dengan wajah datarnya. Remaja 16 tahun itu mengusap tekuknya canggung. Mau bagaimana pun, semua ini akan sulit dipercaya oleh siapa pun yang mengalaminya.
Katakanlah zaman akan berubah dengan teknologi yang semakin canggih. Tetapi, jika secanggih ini pun, Donghyuck juga sulit untuk percaya.
Sebuah kejadian yang biasanya Donghyuck lihat di film, tiba-tiba saja dia mengalaminya sendiri. Bukankah, itu suatu hal yang aneh?
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)