17. Lipatan Kertas

518 77 1
                                        

"Tasmu tidak ada di kelas, sepertinya ada yang mencuri tas tidak bergunamu itu."

Kalimat yang Jeno ucapkan membuat Jaemin sempat berhenti memainkan game nya, lalu setelahnya jemarinya kembali menari di atas keyboard  sambil meneriaki Minhyung yang entah kenapa hari ini bermain dengan payah.

Jaemin yang pergi ke gedung tidak terpakai ketika jam istirahat tidak sengaja bertemu dengan Minhyung dan Jeno yang sedang menuruni tangga. Sepertinya mereka berdua membolos dan hendak kembali ke kelas. Tetapi, pada akhirnya mereka malah pergi dari sekolah dan pergi ke warnet langganan Minhyung dan Jeno jika mereka bosan di sekolah.

Ketika melihat jam pulang sekolah sudah dekat, Jeno memutuskan untuk kembali ke sekolah hendak mengambil tas mereka yang tertinggal di kelas. Tetapi, ketika Jeno ke kelas Jaemin, dia malah tidak mendapati tas Jaemin di mana pun.

"Tas ku aku letakkan di kursi" ucap Jaemin.

"Aku bahkan keliling ruangan kelasmu untuk mencari seonggok tas yang tidak ada isinya dan tetap saja aku tidak menemukan tasmu" ucap Jeno meletakkan tas miliknya dengan Minhyung di kursi.

Jaemin mengernyitkan alis. Dia yakin sekali kalau dia meletakkan tasnya di kursi. Siapa manusia sialan yang berani mengambil tasnya?

"Ternyata Renjun benar, kau ada di sini."

Suara itu menyebabkan Jaemin, Jeno, dan Minhyung menoleh ke asal suara dan mendapati Donghyuck sudah ada di dekat mereka dengan wajah masamnya.

Terlebih tatapan menusuknya tertuju pada Jaemin yang berdecak. Dia acuh saja dan kembali memainkan game nya seolah menganggap Donghyuck tidak ada di sana.

"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Jeno kebingungan.

"Itu tidak penting, yang terpenting sekarang, Na Jaemin harus berhenti bermain dan ikut denganku ke perpustakaan" ucap Donghyuck jengkel.

"Ada apa ini?" tanya Minhyung, dia menuntut jawaban dari Jaemin tetapi yang dituntut malah asyik sendiri dengan dunianya.

"Kau tuli?" tanya Donghyuck pada Jaemin yang berdecak kesal.

"Apa kau tidak mengerti? Jika aku diam saja itu tandanya aku tidak mau belajar denganmu" gerutu Jaemin dan Donghyuck sepertinya tidak mau dibantah hari ini.

"Kau pikir aku mau? Aku melakukan hal "mulia" ini karena terpaksa!" desis Donghyuck kesal sehingga Jeno serta Minhyung saling berpandangan walaupun sebenarnya mereka penasaran.

Yang terpenting mereka memiliki tontonan yang menarik hari ini.

Jaemin berseru kesal ketika melihat tulisan game over di game yang ia mainkan, dia melirik sinis Dongnyuck seolah-olah menyalahkan kehadiran laki-laki itulah yang menyebabkan dia kalah bermain game.

"Gara-gara kau, aku jadi kalah!" seru Jaemin terdengar kekanak-kanakan di telinga Donghyuck.

"Bagaimana bisa kau nenyalahkanku padhal kau sendiri yang tidak becus memainkannya!" seru Donghyuck tidak mau kalah.

Perdebatan mereka berdua membuat beberapa orang di warnet menatap ke arah asal keributan itu dengan penasaran.

"Hmmm, lebih baik kalian tidak ribut di sini, kalian cukup menarik perhatian" ucap Minhyung berusaha memadamkan api di antara dua remaja yang sama-sama saling menatap tajam itu.

Donghyuck berdecak, "Aku tunggu di luar, kau harus belajar bersamaku hari ini kalau tidak aku tidak segan-segan melaporkannya pada ayahmu! Kalau bisa semua kenakalan menjijikkanmu itu aku beberkan semuanya ke ayahmu!"

Jaemin mengacak rambutnya kesal dan nyaris saja dia membanting komputer yang ada di warnet kalau saja tidak ditahan oleh Jeno. Remaja itu menatap kesal kepergian Donghyuck yang sangat keras kepala hari ini. Jaemin tidak menyangka kalau si pintar di kelas dan paling tidak banyak bicara di kelas akan semenyebalkan ini.

[FF NCT DREAM] EVEN IFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang