Tahun ini dia berusia 25 tahun. Walaupun begitu, tidak ada banyak yang berubah darinya. Yang berubah dari dirinya hanyalah tubuhnya yang tinggi serta wajahnya yang sedikit terlihat dewasa dari pada ketika dia masih berusia 18 tahun.
Terakhir kali dia menginjakkan kakinya di gedung tinggi ini ketika dia baru saja lulus dari sebuah universitas di Amerika. Usianya yang saat itu 22 tahun, memutuskan kembali ke Seoul hanya untuk mengunjungi sebuah perusahaan yang memiliki penawaran jasa cukup aneh. Namun, tidak dipungkiri banyak orang yang menggunakan jasa tersebut.
Kedua sudut bibirnya ia tarik dan membentuk sebuah senyuman. Sudah cukup lama ia meninggalkan Ibukota dari Korea Selatan ini menyebabkan rasa rindu yang ia pendam naik ke permukaan. Dia baru saja kembali dari perjalanan panjang yang cukup menguras tenaga dan uangnya.
Dia berjalan memasuki gedung dan mendapati ada beberapa orang yang mengenakan pakaian yang sama sepertinya. Sebuah kaos lengan panjang dan celana panjang berwarna putih. Rambut hitamnya ia biarkan tidak tertata, dia sudah terlalu malas merapikan rambutnya yang cukup panjang.
Lagian, dia rindu dengan rambut hitamnya yang sehat ini setelah terakhir kali dia kehilangan mahkota indahnya.
"Selamat datang kepada staff baru di Miracle Company!"
Suara yang nyaring dan akrab di telinganya itu tanpa sadar membuatnya tersenyum. Dia menatap pria berambut perak yang mengenakan pakaian serba hitam. Rambutnya tertata rapi tidak seperti terakhir kali dia lihat. Tidak jauh dari pria berambut perak itu, terdapat pria bertubuh tinggi yang sepertinya begitu setia menemani si pria berambut perak yang tahun lalu menduduki posisi tertinggi di perusahaan ini.
"Untuk hari ini, kalian hanya perlu mendiskusikan kontrak serta jam kerja kalian kepadaku. Jadi, silakan ikuti Admin 01 untuk mengambil nomor antrian dan silakan menunggu dengan penuh kesabaran~"
Pandangan matanya tertuju pada wanita cantik yang mungkin berusia 20-an tahun. Admin 01 itu tersenyum manis dan dia bisa mendengar beberapa staff laki-laki yang baru sepertinya mulai membicarakan kecantikan Admin 01.
Dia sendiri berjalan mendekati Admin 01 untuk mengambil nomor antrian. Dia tersenyum pada Admin 01 yang sudah sangat ia kenal karena beberapa kali berinteraksi dengan admin cantik itu karena terlalu sering dia kemari.
"Saya senang kita kembali bertemu Huang Renjun. Tapi, saya tidak menyangka kalau kita akan menjadi rekan kerja di masa depan" ucap Admin 01 itu sambil tersenyum penuh arti. Sorot matanya memancarkan kesedihan yang dia rasa tidak perlu wanita itu tunjukkan padanya.
"Saya juga tidak menyangka" jawab pria yang bernama Huang Renjun itu, dia membalas senyuman si wanita cantik yang sempat memperkenalkan dirinya sebagai Kim Yeri. Admin baru yang menggantikan Admin 01 Choi Sooyoung.
***
Huang Renjun duduk di kursi panjang bersama beberapa staff baru lainnya. Tidak perlu menunggu terlalu lama, nomor antriannya pun dipanggil dan dia berjalan memasuki ruangan yang hanya terdiri dari satu meja serta dua kursi yang saling berhadapan. Salah satu kursi telah diduduki oleh si pria berambut perak lalu di sampingnya terdapat pria tinggi.
"Huft, aku pikir kalian akan terkejut melihatku di sini sama seperti yang dilakukan Kim Yeri-ssi" ucap Renjun lalu duduk di kursi yang disediakan tanpa perlu dipersilakan terlebih dahulu oleh pria berambut perak yang namanya adalah Lee Taeyeong.
"Untuk apa aku repot-repot terkejut? Melihat keadaanmu terakhir kali, aku sudah yakin kalau akhirnya kau akan ada di sini dan menerima tawaran Johnny untuk menjadi karyawan baru di sini sebelum rohmu pergi dari dunia ini" jelas Taeyeong dan Renjun hanya terkekeh pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)