Memang, sosok yang pertama kali Donghyuck lihat ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah Park Jisung. Tetapi, suara yang ia dengar pertama kali ketika dia berusaha memfokuskan pandangannya yang kabur adalah..
"Haechan.."
Dan sampai detik ini, Donghyuck terus kepikiran dengan suara yang ia dengar serta panggilan yang hanya diketahui oleh teman masa kecilnya.
Donghyuck memang kehilangan sebagian ingatannya karena kecelakaan yang ia alami. Namun, Donghyuck masih mengingat beberapa kenangan masa kecilnya dan itu mengenai teman yang dulu selalu bermain dengan Donghyuck ketika Donghyuck merasa kesepian.
Donghyuck kecil tidak begitu memiliki banyak teman. Dia dulu hanyalah seorang anak pemalu yang tidak tahu bagaimana caranya berteman. Ya, Donghyuck tahu kalau dia sangat berbeda ketika masih kecil dan sekarang berusia 27 tahun. Namun, anak pemalu sepertinya diberikan seorang teman yang tidak malu berkenalan dengannya. Anak itu memang pendiam dan tidak banyak berbicara. Tetapi, dia berani menyapa Donghyuck terlebih dahulu dan berakhir dengan mereka menjadi teman.
Setiap sore, Donghyuck bermain dengan anak tersebut yang sayang sekali Donghyuck lupakan namanya. Kecelakaan sialan itu benar-benar mengacaukan ingatan Donghyuck.
Donghyuck sangat ingin menemukan teman masa kecilnya. Karena bagi Donghyuck, sosok itu yang selalu ada ketika Donghyuck merasa kesepian. Dia selalu melindungi Donghyuck ketika si iblis itu berusaha melukai Donghyuck. Anak itu sangat berani melawan walaupun tubuhnya juga gemetar ketakutan seperti Donghyuck.
Namun, bertahun-tahun mencari, yang Donghyuck dapatkan hanyalah kekecewaan. Hatinya sakit ketika dia menyadari bahwa dia benar-benar tidak bisa lagi bertemu dengan teman masa kecilnya. Dia ingin teman masa kecilnya itu kembali menjadi bagian dari hidupnya.
Tapi, jika dipikir-pikir, mungkin saja teman masa kecilnya itu sudah menikah dan hidup bahagia dengan anak dan istrinya. Mungkin saja, teman masa kecil Donghyuck itu tidak menganggap pertemanan mereka adalah pertemanan yang berharga.
Dalam waktu beberapa hari, Donghyuck menepis pemikiran jelek tentang teman masa kecilnya itu, ketika dia kembali mengingat suara yang memanggilnya "Haechan" ketika dia pertama kali terbangun dari komanya.
Donghyuck baru menyadari bahwa suara yang ia dengar itu adalah salah satu dari ingatannya yang menghilang.
Setelahnya, Donghyuck berkesimpulan, jika teman masa kecilnya itu telah ia temukan dan berada di sekitarnya tetapi tidak bisa Donghyuck temukan karena teman masa kecil Donghyuck itu menghilang secara tiba-tiba.
***
"Apa kalian bertengkar dengan seseorang ketika aku koma dulu?" tanya Donghyuck kepada Jisung dan Chenle.
Mereka bertiga memutuskan untuk menghabiskan waktu di klub malam langganan Donghyuck. Mereka duduk di tempat yang agak sudut dan jauh dari lantai dansa karena kebisingan selalu berasal dari lantai dansa. Mereka hanya ingin mengobrol tanpa harus terganggu dengan kehebohan orang-orang yang menari seperti orang gila di lantai dansa.
Jisung menegak minuman beralkohol itu sebelum menjawab pertanyaan Donghyuck, kernyitan di alisnya menandakan bahwa dia tidak merasa kalau mereka sempat bertengkar dengan seseorang di hari Donghyuck dinyatakan koma.
"Maksud hyung, Jeno hyung dengan Minhyung hyung?" tanya Chenle memotong Jisung yang hendak menjawab pertanyaan Donghyuck tadi.
Donghyuck menggelengkan kepalanya.
"Selain mereka, siapa lagi yang bertengkar? Apakah aku juga bertengkar dengan seseorang selain dengan Jaemin?" ucap Donghyuck yang malah membuat Jisung mengerjapkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)