"Eomma, lihat! Bintang!"
Seorang perempuan yang berusia 25 tahun itu tersenyum manis ketika mendengar seruan buah hatinya. Dia yang asyik menjahit celana kesayangan anaknya yang sobek dibagian lutut itu, langsung menolehkan arah pandangannya ke langit malam yang penuh bintang.
Kedua mata perempuan yang merupakan sosok ibu dari anak laki-laki menggemaskan ini berbinar indah ketika melihat begitu banyak bintang yang baginya cukup langka melihat bintang sebanyak itu di langit malam Seoul.
"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, ck, bintangnya banyak sekali, Donghyuck tidak sanggup menghitungnya! Bantu Donghyuck menghitung bintangnya eomma!" seru sang anak dengan semangat, kedua matanya terlihat lebih indah dari kerlap-kerlipnya bintang di langit.
Sang ibu terkekeh pelan, bintang tentu sulit dihitung karena jumlahnya yang banyak. Namun, dia tetap menuruti permintaan anak menggemaskannya yang pipinya semakin berisi saja seperti mochi.
Tangan hangatnya terulur untuk mencubit pelan pipi mochi anaknya.
"Baiklah, eomma akan bantu Donghyuckie menghitung bintang."
Donghyuck tersenyum lebar, dia pun berdiri dan berjingkrak sambil menepuk tangannya dengan senang, "Eomma hitung yang di sebelah sana, Donghyuckie di sebelah sini" riangnya membuat sang ibu tidak tahan untuk tertawa.
Ibu muda itu tersenyum hangat, telunjuknya ia arahkan ke buah hati lucunya yang mengerjap bingung ketika sang ibu mengarahkan jari telunjuknya ke arahnya .
"Satu."
Hitung sang ibu membuat Donghyuck semakin bingung.
"Kenapa eomma menghitung Donghyuck?" tanya bocah lima tahun itu sehingga senyuman hangat itu semakin merekah di wajah cantik sang ibu.
"Karena bagi eomma, Donghyuckie adalah bintang kecil eomma" ucap sang ibu lalu tangannya terulur untuk mengusap pelan kepala Donghyuck. Kebiasaan sang ibu yang selalu ia lakukan jika berbicara dengan si buah hati.
Donghyuck tersenyum ketika mendengar ucapan ibunya, "Eomma juga bintang kecil Donghyuckie! Eomma cantik seperti bintang di langit!"
Tawa renyah sang ibu terdengar indah dan merdu malam itu. Donghyuck merasakan hangatnya dekapan sang ibu ketika tubuh kecilnya dibawa ke dalam pangkuan ibu cantiknya. Dari sini, Donghyuck bisa melihat betapa mengagumkannya sosok ibunya dan dia selalu membanggakan kecantikan ibunya kepada semua orang.
"Kalau Donghyuck sudah besar nanti, Donghyuck ingin mencari perempuan secantik eomma."
Kekehan pelan itu terdengar, "Baiklah, eomma akan menantikannya~"
***
Air mata mengalir begitu saja ketika Donghyuck membuka matanya. Langit-langit kamarnya yang memiliki jejak kecokelatan seperti awan itu terlihat kabur ketika Donghyuck memandangnya. Matanya panas dengan cairan hangat itu kembali menetes dan terjatuh membasahi bantal yang berada di belakang kepalanya.
Sayangnya, kau tidak akan pernah bisa melihat perempuan pilihanku, eomma.
Remaja 16 tahun itu menutupi matanya dengan lengan. Ia menggigit bibirnya ketika isakan kecil itu lolos dari belah bibirnya. Rasa sakit dan sesak di dada tidak bisa ia kendalikan karena sebuah mimpi yang membuat Donghyuck merindukan sosok ibunya.
Sang ibu yang tega meninggalkan Donghyuck kecil di sebuah taman bermain sendirian. Sebuah kejadian yang membuat Donghyuck berada di panti asuhan dan diasuh oleh iblis mengerikan yang mengaku sebagai adik ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)