02. Ruangan Perubahan

1.3K 106 0
                                        

Lee Donghyuck ingat, ketika dia terbangun di sebuah ruangan serba putih dengan bau obat-obatan sebagai ciri khasnya itu, dia mendapati hanya ada seseorang berdiri di dekat ranjang pesakitannya dengan raut wajah tidak percaya.

Tak lama, ekspresi tidak percaya itu berubah menjadi ekspresi terharu serta bahagia yang tercampur di wajahnya nan letih. Seseorang itu menekan tombol di dekat ranjang pesakitannya lalu berjalan mendekati Donghyuck dan meraih tangan kurus Donghyuck yang terbebas dari infus.

Donghyuck tidak tahu sudah berapa lama dia tertidur, tetapi, hatinya mencelos dan ikut menitikkan air mata ketika seseorang yang merupakan Park Jisung -sahabat baiknya - mengucapkan sebuah kalimat dengan suara tercekat.

"Akhirnya kau bangun juga, hyung."

***

Kejadian itu sudah sembilan tahun berlalu. Yang Donghyuck tahu dari Jisung, kalau dia mengalami kecelakaan hebat. Sebuah tabrakan beruntun dikarenakan salah satu mobil di jalan tol tersebut berhenti secara mendadak yang mengakibatkan beberapa mobil di belakangnya saling bertabrakan.

Akibat kecelakaan itu, Donghyuck mendapatkan luka yang cukup serius di kepalanya. Sebuah luka yang menyebabkan Donghyuck harus merelakan beberapa serpihan ingatan menghilang dari memori otaknya.

Walaupun begitu, Jisung dengan sabar menjelaskan semuanya kepada Donghyuck. Memang, Donghyuck kehilangan sebagian ingatannya, namun, memori di otaknya mengingat dengan jelas kalau dia memiliki sahabat baik selain Park Jisung.

Ingatan kecil itu memang samar-samar dan beberapa kali mampir ke dalam ingatan Donghyuck. Pada akhirnya, Donghyuck berhasil mengumpulkan nama-nama sahabatnya serta wajah mereka sehingga Donghyuck menanyakan keberadaan para sahabatnya itu kepada Jisung.

Tetapi, Donghyuck harus menelan kenyataan pahit ketika Jisung mengatakan bahwa persahabatan mereka hancur tepat setelah dokter mengatakan Donghyuck koma akibat dari kecelakaan maut itu.

"Kenapa persahabatan kita bisa hancur, Jisung? Dari ceritamu serta ingatan kecil yang aku punya, kita bersahabat dekat dan hubungan kita begitu baik. Tapi, kenapa tiba-tiba...? Apakah karena aku mengalami kecelakaan itu dan berakhir koma?" tanya Donghyuck dengan nada mendesak karena dia sangat kebingungan ketika mendapatkan fakta menyedihkan itu dari Jisung.

Donghyuck membutuhkan sebuah jawaban segera, namun, Jisung malah menjawab pertanyaan Donghyuck dengan sebuah jawaban yang membuat Donghyuck tersesat dengan tanda tanya di kepalanya.

"Aku juga tidak tahu, hyung. Tiba-tiba saja kita sudah seperti ini. Sampai detik ini pun, aku juga sedang mencari penyebabnya."

***

Getaran di ponselnya membuat fokus Donghyuck terbagi menjadi dua. Dia yang awalnya fokus menyelesaikan laporan untuk diberikan ke kepala divisinya nanti, sekarang mengarah kepada e-mail, yang muncul di notifikasi ponselnya.

Sebuah e-mail dari Miracle Company.

Dengan secepat kilat, Donghyuck meraih ponsel yang ia letakkan di samping keyboard, dia melirik keadaan di sekitarnya. Donghyuck berharap tidak ada kepala divisi atau atasannya yang sedang mengawasi. Donghyuck hanya tidak mau ketahuan bermain ponsel ketika dia sedang bekerja.

Setelah yakin keadaan di sekitarnya aman, Donghyuck pun membuka e-mail dari Admin 01.

Sebuah pesan yang meminta Donghyuck untuk datang ke Miracle Company.

[FF NCT DREAM] EVEN IFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang