"Kenapa kau tidak datang waktu itu? Aku sampai lumutan menunggu kedatanganmu asal kau tahu."
Bahkan staff malang itu belum sempat memberikan salam kepada Donghyuck, dia sudah terkena omelan dari si remaja yang ketika membuka pintu rumahnya langsung menggunakan mulut gatalnya untuk mengomel.
Staff kaku tersebut seperti biasa tidak terlalu menanggapi omelan Donghyuck, dia hanya menghembuskan nafas pelan lalu menatap Donghyuck yang sepertinya menanti sebuah jawaban.
"Maaf, tuan. Hari itu saya tidak bisa datang karena ada berkas yang lupa saya urus di kantor" jelas Staff 1810 dan Donghyuck malah semakin penasaran karena penjelasan dari staff kaku itu.
"Berkas apa?" tanyanya lagi.
"Tuan, waktu kita tidak banyak. Apa tuan ingin menghabiskan waktu bertemu kita dengan membahas hal yang tidak berhubungan dengan surat?"
Donghyuck berdecak, dia menggerutu mengenai Staff 1810 yang terlalu kaku dan terlalu menuruti prosedur perusahaan.
Dengan perasaan dongkol, Donghyuck mempersilakan Staff 1810 masuk ke dalam rumah. Keadaan rumah kecil itu begitu rapi semenjak si iblis tidak pulang ke rumah. Sepertinya, si iblis itu sangat nyaman dengan kegiatan berjudinya sampai lupa kalau dia punya rumah.
Mereka berdua duduk di sofa yang busa di dalamnya sudah tidak terlalu banyak. Di atas meja terletak surat yang Donghyuck dapatkan dari Donghyuck 27 tahun. Surat itu terlihat lusuh bahkan terdapat jejak minyak yang entah kenapa bisa ada di sana.
"Abaikan jejak minyak di surat itu, aku tidak sengaja memegang suratnya ketika makan gorengan" jelas Donghyuck ketika melihat arah pandangan Staff 1810 yang sepertinya cukup prihatin melihat keadaan surat itu.
"Baiklah, tolong anda jelaskan apa saja yang anda lakukan beberapa hari ini? Atau, anda ingin bertanya sesuatu terlebih dahulu sebelum anda menceritakan semuanya kepada saya?" ucap Staff 1810 yang kalimatnya itu sudah Donghyuck hafal di luar kepala karena saking seringnya si staff kaku itu mengucapkannya.
Sepertinya kalimat tersebut merupakan template dari perusahaan.
Donghyuck menghembuskan nafasnya dengan kuat ketika mengingat apa yang terjadi kepadanya beberapa hari terakhir.
"Aku bertemu dengan dua remaja yang merupakan kenalan Minhyung, nama mereka adalah Zhong Chenle dan Park Jisung. Dengan mudah kami semua akrab. Bahkan anak yang bernama Chenle itu dengan mudah mendapatkan perhatian dari si menyebalkan Na Jaemin. Si menyebalkan itu juga terlihat menyayangi si Park Jisung" jelas Donghyuck yang terdengar seperti curhat di pendengaran Staff 1810.
"Bagaimana dengan anda? Apakah anda dengan mudah akrab terhadap dua remaja kenalan Minhyung itu?" tanya Staff 1810 yang seperti biasa mencatat semua cerita Donghyuck di buku kecilnya.
Senyum Donghyuck merekah, "Tentu saja! Mereka anak-anak yang lucu! Aku merasa seperti memiliki adik. Apalagi Chenle begitu menggemaskan dan ramah. Aku suka sekali dengan mereka berdua" jelas Donghyuck yang terkekeh ketika mengingat kehadiran dua remaja itu cukup menghidupi suasana di antara mereka.
"Daan, aku melakukan apa yang tertulis di dalam surat untuk menghindari jalan tol! Aku menolak ajakan pergi ke pantai bersama mereka ketika aku tahu jalan menuju ke sana harus melewati jalan tol."
Staff 1810 menganggukkan kepalanya mengerti dengan tangan tidak berhenti menulis di buku kecilnya.
Senyuman Donghyuck perlahan mengendur ketika mengingat seseorang yang terkesan misterius baginya.
"Aku kepikiran dengan saudaranya Na Jaemin" ucap Donghyuck dan Staff 1810 melirik remaja itu sekilas lalu kembali menulis sesuatu di buku kecilnya.
"Ada apa dengan saudara Na Jaemin?" tanya Staff 1810 tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)