Lee Donghyuck selalu bermimpi mengenai pamannya yang akan mendapatkan karma karena membuat hidup Donghyuck menderita.
Dia selalu memikirkan pamannya itu akan dikejar oleh rentenir lalu ditikam sampai mati. Memikirkan pamannya itu ditabrak truk atau mobil dengan kecepatan tinggi sehingga tubuhnya terpental jauh dan menyebabkannya mati di tempat.
Ada begitu banyak hal mengerikan yang Donghyuck pikirkan mengenai pamannya itu dan tidak pernah Donghyuck berpikir kalau suatu hari nanti pamannya akan terlibat kasus pembunuhan yang kalau kata sang paman dia tidak melakukannya.
Malam itu, Donghyuck pergi ke kantor polisi bersama dua polisi yang datang ke rumah. Dia ingin melihat keadaan pamannya tersebut.
Donghyuck tidak tahu kenapa dia ingin sekali tersenyum ketika melihat kedua tangan pamannya diborgol dengan keadaan yang berantakan, terlihat beberapa bercak darah di pakaian yang ia kenakan serta di kedua tangannya.
Dan yang membuat Donghyuck ingin sekali tersenyum adalah wajah angkuh nan arogan sang paman tergantikan dengan raut wajah pias serta meraung pilu mengatakan kalau bukan dia pelakunya.
"Aku tidak menikamnya! Aku hanya mencoba menolongnya dan kalian langsung menuduhku sebagai pelakunya!" seru Kim Sunmin yang memberontak minta dilepas namun aparat kepolisian menahan tubuh Kim Sunmin supaya tidak banyak bergerak.
Bahkan, salah satu dari polisi itu memukul belakang kepala Kim Sunmin dengan keras sehingga pria tersebut tidak bisa memberontak lagi dan tergantikan dengan rintihan kesakitan.
"Apa benar dia paman anda, Lee Donghyuck-ssi? Pria itu mengatakan kalau dia memiliki keponakan bernama Lee Donghyuck dan anda sangat tahu kalau paman anda tidak pernah melakukan hal seperti itu. Apakah yang dikatakan paman anda itu benar?"
Donghyuck menatap pamannya yang masih terus membela diri. Dia tidak henti berteriak kalau dia bukan pelakunya. Dia mengatakan kalau pelakunya adalah seorang anak yang menggunakan pakaian mahal, anak itu menikam si karyawan beberapa kali sampai pada akhirnya anak itu melihat paman lalu dia kabur bersama mobilnya yang juga terlihat mahal.
"Aku bahkan ingat nomor kendaraannya!" seru sang paman dan Donghyuck menatap miris pamannya yang berusaha keras lepas dari tuduhan sebagai tersangka.
"Donghyuck-ah! Oh, Donghyuck keponakanku tersayang!" seru sang paman yang begitu senang melihat kehadiran Donghyuck.
"Katakan kepada semua bajingan ini, Donghyuck! Paman tidak akan pernah melakukan hal keji seperti itu bukan? Pamanmu ini sangat baik sampai-sampai memukul nyamuk pun tidak tega. Iya, kan?"
Donghyuck muak sekali mendengarnya.
Dia menatap datar sang paman yang mengharapkan sebuah pembelaan dari Donghyuck. Namun, ketika Donghyuck tahu bahwa suatu hari nanti, pamannya akan pergi dari hidupnya membuat Donghyuck berpikir bahwa inilah saatnya dia menghilangkan sang paman dari hidupnya.
Dia harus membuat pamannya ini di penjara seumur hidup.
Kalau bisa mendapatkan hukuman mati.
"Dia berbohong."
Donghyuck begitu puas ketika melihat perubahan ekspresi di wajah pamannya. Raut pias itu kembali menghiasi wajah yang awalnya berbunga-bunga.
"Dia adalah manusia paling buruk setelah ibuku yang tega meninggalkanku demi keluarga barunya" ucap Donghyuck dengan hati berdenyut sakit ketika mengungkit tentang ibunya.
Dia menyimpan dua rasa benci di hatinya kepada dua orang yang merupakan keluarganya.
Donghyuck tidak lepas memandang pamannya yang mulai termakan oleh emosinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] EVEN IF
FanfictionHal pertama yang dia ketahui ketika dia tersadar dari tidur panjangnya adalah, persahabatan mereka telah hancur. Dia tidak tahu kesalahan apa yang menyebabkan persahabatan mereka retak seperti ini dan tidak bisa dia perbaiki lagi. Persahabatan yang...
![[FF NCT DREAM] EVEN IF](https://img.wattpad.com/cover/363075072-64-k180808.jpg)